Kompetensi Utama

Layanan


Pelajar Berkompetisi dalam The 2nd LAPAN Space Debate
Penulis Berita : Humas/Sgd • Fotografer : Humas/And • 22 Nov 2017 • Dibaca : 14502 x ,

Finalis The 2nd LAPAN Space Debate foto bersama juri seusai penyerahan hadiah

Ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dan penting bagi kehidupan manusia seiring berjalannya waktu. Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam hal ini, Indonesia harus mandiri dalam teknologi penerbangan dan antariksa agar tidak selalu bergantung kepada negara maju. Hal ini disampaikan Kepala Biro Kerja sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum (KSHU) LAPAN Chris Dewanto dalam kompetisi “The 2nd LAPAN Space Debate”.

Kompetisi yang diselenggarakan di Ruang Antariksa kantor LAPAN Pusat, Rawamangun, Jakarta ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat menengah atas se-Indonesia. Acara debat kali ini bertemakan “Satellite Technology Mastery to Conquer The World”. Semifinal diadakan pada Selasa (21/11) sedangkan acara final dilanjutkan keesokan harinya (22/11). Dewan juri yang hadir pada acara debat tahun ini adalah Kepala Biro KSHU, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (KKPA) Agus Hidayat, Peneliti Pusat Teknologi Satelit LAPAN Robertus Heru Trihardjanto, Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Reza Reflusmen, dan Perwakilan Kedubes Amerika Serikat Jai Nair.

Sebelum pelaksanaan debat kali ini, peserta yang lolos seleksi telah dibekali pengetahuan mengenai teknologi penerbangan dan antariksa untuk materi debat melalui vaselin/briefing. Materi yang diberikan antara lain teknologi satelit dan penginderaan jauh. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekdata) LAPAN Dedi Irawadi dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Standar Penerbangan Antariksa (Pustispan) LAPAN Chusnul Tri Judianto.

Debat menjadi rangkaian program edukasi keantariksaan yang dibangun LAPAN untuk menginspirasi masyarakat Indonesia. Motivasinya untuk memperdalam wawasan tentang pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi keantariksaan demi kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Penguasaan teknologi satelit sudah menjadi keharusan dimiliki setiap bangsa. Dengan menguasainya, bangsa ini menjadi lebih beradab di mata negara-negara di dunia. Kita ketahui, berbagai macam aplikasi teknologi keantariksaan, khususnya satelit bermanfaat untuk berbagai sektor, antara lain komunikasi, transportasi, keperluan dunia usaha, perbankan, eskplorasi sumber daya mineral dan geologi, pertahanan keamanan, pertanian, dan mitigasi bencana alam. Contoh pemanfaatannya untuk berkomunikasi jarak jauh, pemantauan iklim dan cuaca, mitigasi bencana, dan sebagainya

Pemenang kompetisi debat kali ini adalah Diva Tristika Mughni dan Putri Artanti Batrisyia dari SMAN 8 Jakarta (Juara I), Gerald Yudha Putra dan Kezia Ascencio dari SMA Regina Pacis Bogor (Juara II), Hosea Emilio Vincente S dan Romeo Matthew Alexandro P dari Highfield Secondary School Jakarta (Juara III), dan Pembicara Terbaik diraih Diva Tristika Mughni dari SMAN 8 Jakarta. Pemenang Juara I memperoleh hadiah wisata edukasi ke satuan kerja LAPAN di Biak, Papua sedangkan Juara II memperoleh hadiah wisata edukasi ke satuan kerja LAPAN di Parepare, Sulawesi Selatan. Juara III dan Juara Harapan memperoleh hadiah uang pembinaan.

Hasil pelaksanaan kompetisi ini menjadi salah satu media layanan LAPAN dalam menumbuhkan generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa. Sebab, teknologi antariksa kerap dijadikan barometer kemajuan bangsa. Generasi muda penerus bangsa diharapkan menjadi generasi yang unggul untuk Indonesia yang maju dan Mandiri.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL