Kompetensi Utama

Layanan


Dua Peneliti LAPAN kembali Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 24 Nov 2017 • Dibaca : 12089 x ,

Dr. Wahyu Widada dan Dr. Heri Budi Wibowo dikukuhkan sebagai Profesor Riset oleh Ketua Majelis Profesor Riset, Prof. Dr. Bambang Subiyanto

Majelis Profesor Riset (MPR) mengukuhkan dua peneliti LAPAN sebagai profesor riset pada Kamis (23/11) di Kantor Pusat Teknologi Roket Rumpin, Bogor. Plt. Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto, selaku Ketua MPR, mengukuhkan Dr. Wahyu Widada dan Dr. Heri Budi Wibowo. Prosesi orasi pengukuhan tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural dan peneliti LAPAN, serta segenap kolega keduanya.

Sebelum dikukuhkan, keduanya melakukan orasi di depan tamu undangan. Dalam orasinya, Wahyu Widada menyampaikan pengembangan teknologi pelacak roket berbasis radar. Sedangkan Heri Budi memaparkan sistem formulasi propelan terpadu untuk mendukung pengembangan roket.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan, kini, LAPAN telah memiliki 18 Profesor Riset dari sejumlah 285 peneliti di berbagai bidang riset. “Para profesor riset di LAPAN sudah mewakili seluruh kompetensi utama yang ada,” urainya. Gelar profesor, menurutnya, merupakan puncak karir bagi seorang peneliti. Maka, Thomas berharap, agar segera bertambah lagi profesor riset yang baru, untuk memajukan dunia kelitbangan LAPAN.

“Teruskan kerja sama dan sinergi untuk mewujudkan visi LAPAN menuju negara yang maju di bidang keantariksaan. Maka teruslah berkreasi dan berprestasi dalam berkontribusi secara bersama agar LAPAN cemerlang,” ucapnya memberi pesan.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN mengingatkan kembali 5 (lima) kegiatan yang menjadi tugas LAPAN sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. “Tiga kegiatan terkait bidang kompetensi LAPAN sudah dilaksanakan. Kini tinggal peluncuran dan komersialisasi yang sedang dipersiapkan,” terangnya.

Pengembangan roket sistem kendali dan telemetri, menurut pendapatnya, menjadi bagian yang penting dalam upaya mewujudkan misi LAPAN. Sehubungan dengan itu, Ia mengatakan, dua profesor riset yang baru saja dikukuhkan tersebut adalah pakar di bidang peroketan. Bidang riset yang digelutinya menunjukkan kemampuan dalam meluncurkan wahana antariksa.

“Satelit sudah dibangun, tinggal membuat roket peluncur dan bandar antariksa,” imbuhnya. Untuk mencapainya, sebagaimana penjelasan dalam orasi, minimal, peluncuran roket untuk membawa misi satelit menempuh jarak 300-400 kilometer dari bumi. Jika Jepang saja dengan roket kecil bisa meluncurkan sampai sejauh 400 kilometer, maka artinya Indonesia harus bisa!

Mimpi inilah yang masih ditunggu-tunggu. Thomas mengajak para peneliti LAPAN untuk bisa bekerja sama, menetapkan kembali tekad untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sehingga LAPAN bisa mewujudkan visi untuk menjadi Pusat Unggulan di bidang penerbangan dan antariksa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL