Kompetensi Utama

Layanan


Karhutla 2015 Rugikan Negara Rp212 Triliun
Penulis : Faisal Abdalla • Media : metrotvnews.com • 12 Dec 2017 • Dibaca : 494 x ,

Jakarta: Kebakaran Hutan dan Lahan menimbulkan dampak kerugian, baik kerugian kesehatan maupun kerugian ekonomi. Dari sisi ekonomi, kerugian yang diakibatkan Karhutla bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

Dosen Fakultas Kehutanan IPB Bambang Hero saat bersaksi dalam sidang lanjutan permohonan fiktif positif yang diajukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kepada termohon Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengatakan, dari hasil perhitungan LAPAN, kebakaran hutan merugikan negara hingga Rp212 triliun.

"Menurut perhitungan LAPAN, kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 luasnya sekitar 2,6 juta hektar. Implikasi negatifnya berdasarkan perhitungan Bank Dunia, diperkirakan kerugian lebih dari Rp. 212 Triliun," ujar Hero di PTUN, Cakung, Jakarta Timur, Senin 11 Desember 2017.

Selain kerugian ekonomi, Hero mengatakan Karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Ia merinci setidaknya 20 orang meninggal dunia, serta 40 juta orang terpapar asap.

"Asap dari indonesia masuk ke enam negara," ujar Hero.

Terjadinya fenomena Karhutla dari tahun 2013 hingga 2016, lanjut Hero, mengindikasikan pengelolaan manajemen gambut belum diterapkan. Beberapa cara bisa dilakukan untuk memastikan lahan gambut tidak mudah terbakar, salah satunya dengan melakukan monitoring tinggi muka air dibawah lahan gambut.

"Pemerintah menetapkan 40 sentimeter. Itu membuat lahan gambut relatif basah dan tidak mudah terbakar. Ini bisa dimonitor dengan beberapa peralatan, misalnya menggunakan deep well atau sesame. Dengan begitu kita bisa memonitor pola pergerakan air di bawah lahan gambut. Ini yang kami lihat belum diterapkan korporasi," tukas Hero.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono mengatakan penerbitan PP nomor 57 tahun 2016 dibuat untuk memulihkan ekosistem gambut. Bambang juga mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan pemetaan fungsi gambut dalam melakukan pemulihan ekosistem gambut.

Hal tersebut dilakukan lantaran KLHK masih menemukan tanaman pokok yang tumbuh di lahan gambut yang seharusnya memiliki fungsi lindung.

"Dengan pemetaan fungsi ini akan keliahatan fungsi gambut budidaya mana, fungsi gambut lindung yang mana. Fungsi gambut lindung ini yang jadi persoalan ketika ternyata kenyataan di lapangan sudah terlanjur ada tanaman pokok yang tumbuh di gambut fungsi lindung," terang Bambang.





Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/zNA7rnwk-karhutla-2015-rugikan-negara-rp212-triliun








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL