Kompetensi Utama

Layanan


DPR dorong Penyelesaian Pesawat Nurtanio
Penulis Berita : Humas/Dri • Fotografer : Humas/Dri • 18 Dec 2017 • Dibaca : 3740 x ,

Foto bersama Komisi VII DPR RI dengan jajaran pejabat LAPAN dan PTDI di depan hanggar Pesawat Nurtanio

Jumat (15/12), pada Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018, Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Barat pada tanggal 14 - 15 Desember 2017. Dalam kunjungan tersebut, salah satu agendanya adalah melihat langsung proses pembangunan Pesawat N219, sebagai pesawat hasil kerja sama LAPAN dengan PTDI.

Kunjungan diawali dengan pertemuan di Ruang Rapat Paripurna GPM Lt.9 PT. Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Kunjungan diterima langsung Direktur Utama PTDI, Elfien Guntoro beserta jajarannya. Jajaran pimpinan LAPAN juga turut hadir. Mereka adalah Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Henny Setyaningsih, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan, Gunawan S. Prabowo, beserta jajaran pimpinan lainnya.

Inti dari kunjungan ini adalah untuk meninjau perkembangan pembangunan Pesawat N219 di hangar Pesawat N219. Untuk itu, segenap jajaran pimpinan LAPAN maupun PTDI memaparkan informasi terkait perkembangan program pesawat tersebut.

Dalam paparannya, Elfien menyampaikan kelegaan hatinya, bahwa Pesawat N219 sudah mempunyai nama. Nurtanio adalah nama yang disematkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada momentum seremonial tanggal 10 November 2017.

Ia menjelaskan, pesawat tersebut didanai oleh pemerintah melalui LAPAN dengan anggaran sebesar Rp. 501 Milyar dan PT DI sebesar Rp. 352 M. Pesawat ini sudah melakukan uji terbang sebanyak 16 jam terbang. Untuk memperoleh sertifikasi laik terbang harus mengejar target 360 jam terbang.

Konsep maupun desain pesawat ini adalah hasil karya anak bangsa. Pesawat dirancang agar bisa melakukan penerbangan di daerah bertebing dan landing-take off di landasan pendek. Jaraknya cukup mencapai 500 meter dan tanpa aspal, sebagai kelebihannya.

Pesawat tersebut akan digunakan untuk komersial dengan kapasitas 19 Penumpang, Kargo 2-3 ton, dan fungsi medical evacuation, serta kebutuhan militer. Nantinya, pesawat akan dimodifikasi menjadi tipe ampibi, untuk pendaratan selain di darat, namun juga di laut dan sungai. Ia menggunakan garmin 1000 yang apabila kita mendekati tebing maka akan muncul gambar 3 dimensinya. Selain untuk destinasi wisata, konsepnya dapat dimanfaatkan lagi untuk pengembangan ekonomi di wilayah timur, salah satunya pengangkutan logistik.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. E. Herman Khaeron menanggapinya dengan menceritakan sekilas pengembangan industry dirgantara era Prof. BJ. Habibie. Industri penerbangan saat itu menjadi salah satu bagian pengembangan dari rencana strategis industri nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. namun sayangnya, saat itu negara ini sedang memasuki fase krisis. “Mungkin kalau tidak krisis, kita sudah dapat menghasilkan pesawat berkapasitas besar dan melayani rute indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap, industri penerbangan wajib berdiri di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia harus mempunyai sarana transportasi yang cepat dan efisien. Tepatnya adalah trasnportasi udara. “Kalau kemudian ini hanya sebagai market terhadap produksi hasil luar negeri, menurutnya akan menjadi beban bagi Indonesia dan anak cucu kita nantinya,” imbuhnya.

Sebagai mitra, pihak DPR akan terus mendorong program besar LAPAN, minimal untuk menyelesaikan pengembangan Nurtanio. Herman menjanjikan akan menjadwalkan koordinasi dengan mengundang LAPAN, PT DI, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemenristekdikti untuk Rapat Dengar Pendapat guna menambah Spirit membangun Pesawat tersebut. “Kami berkomitmen akan membantu memperjuangkan anggaran Pesawat Nurtanio untuk segera mendapatkan sertifikat jam terbang dan dapat segera diproduksi,” tegasnya.

Pada akhir kunjungan, rombongan melihat langsung aktivitas ke hanggar pesawat Nurtanio dan fasilitas lainnya di PTDI.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL