Kompetensi Utama

Layanan


Luhut: Indonesia Jangan Terlalu Diprimordialkan
Penulis : RIDO LINGGA, S.KOM • Media : rri.co.id • 11 Jan 2018 • Dibaca : 280 x ,

KBRN, Depok: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jendral TNI (HOR) Purn. Luhut Binsar Panjaitan dalam materi presentasi dengan judul “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Era Desruptif: Membangkitkan Kembali Semangat Maritim”.

Dalam materinya Luhut memaparkan bahwa ekonomi Indonesia merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia, dengan kontribusi sebesar 2,5%. Di tingkat ASEAN, angka investasi Indonesia terbanyak kedua setelah Singapura.

“Indonesia ini jangan terlalu diprimordialkan, bicara agama terus, sedangkan di luar ekonomi Indonesia itu sedang dipandang sangat bagus. Bukalah wawasan kita, lihat perkembangan politik dan ekonomi dunia, arah kita harus kesana,"

"Jangan sampai dirusak oleh kepentingan kelompok. Sejarah membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita,” ujar Luhut dalam orasi ilmiahnya di acara peresmian Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI-PT. Pertamina (Persero), sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-57 FMIPA UI di UI Kampus Depok, Kamis (11/01/2018).

Selain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jendral TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro juga memberikan orasi ilmiahnya.

Bambang Brodjonegoro membawakan materi presentasi dengan judul “Science and Innovation In Disruptive Era: Reinventing The Maritime Spirit”.

Dalam presentasinya dia menekankan kepada peran riset universitas dalam memajukan perekonomian bangsa, terutama dalam hal menciptakan merek dagang yang mendunia.

“Satu yang kurang dari industri kita, yaitu bidang Research & Development (R&D). Tanpa R&D di suatu perusahaan, tidak akan ada inovasi dalam suatu merek dagang, dan akhirnya akan berujung pada kurangnya daya saing. Disinilah peran perguruan tinggi untuk menghasilkan riset-riset yang bermanfaat bagi daya saing ekonomi kita,” papar Bambang.

Peresmian Gedung Laboratorium Riset FMIPA UI-PT. Pertamina (Persero) tersebut dilakukan oleh Rektor UI, Prof. Muhammad Anis dan Direktur Pertamina, Elia Massa Manik.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Teknik UI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Sedangkan FMIPA UI menandatangani perjanjian kerja sama yang merupakan kelanjutan dari MoU yang pernah ditandatangani sebelumnya dengan LAPAN.

Penandatanganan MoU dan kerja sama dilakukan oleh Rektor UI, M. Anis dan Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin. Kerja sama dilakukan dalam bidang akademik dan riset.

“Jadi nantinya akan ada sharing facility, mahasiswa. Para ahli LAPAN juga bisa menjadi pembimbing atau supervisor bagi mahasiswa-mahasiswa UI yang sedang menyelesaikan skripsi ataupun tesis,” ungkap Anis kepada RRI dilokasi. (RL)





Sumber : http://www.rri.co.id/jakarta/post/berita/477960/metropolitan/luhut_indonesia_jangan_terlalu_diprimordialkan.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL