Kompetensi Utama

Layanan


Festival Iklim 2018: LAPAN Dukung Komitmen Nasional untuk Pengendalian Perubahan Iklim
Penulis Berita : Humas/EN-ZK • Fotografer : Humas/EN • 17 Jan 2018 • Dibaca : 12676 x ,

Kepala Subbag Komunikasi dan Edukasi Publik LAPAN menjelaskan mengenai aplikasi pemantauan titik panas kepada pengunjung pameran.

LAPAN mengikuti pameran Festival Iklim 2018 dengan tema Tiga Tahun Capaian Pengendalian Perubahan Iklim. Pameran yang berlangsung pada 16 hingga 17 Januari tersebut berlangsung di Manggala Wanabakti, Jakarta. 

Pameran ini merupakan bagian dari sosialisasi upaya mewujudkan komitmen nasional dalam pengendalian perubahan iklim. Komitmen tersebut yaitu tekad Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2030 dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan Internasional. Target ini diharapkan dapat membatasi kenaikan suhu bumi di bawah batas dua derajat Celcius sesuai dengan perjanjian Paris dan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2016.

Untuk itu, berbagai instansi berupaya untuk mendukung terwujudnya target tersebut. LAPAN juga berperan aktif dalam upaya tersebut. Dalam pameran Festival Iklim ini, LAPAN menampilkan berbagai kegiatan terkait pengendalian perubahan iklim. Salah satunya yaitu pemanfaatan Radar Sentanu. Sentanu adalah sistem pemantauan hujan berbasis radar yang dimodifikasi dan dikembangkan dari radar kapal. Radar itu dapat memberikan data hujan secara berkelanjutan setiap dua menit. Lapan juga memiliki mobile radar cuaca yang dapat berpindah-pindah tempat karena dipasang di atas bus. Diharapkan, keberadaan radar-radar tersebut dapat mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem

Selain itu, LAPAN juga menampilkan informasi pemantauan kebakaran hutan secara real time berdasarkan data penginderaan jauh. Informasi tersebut dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi smartphone LAPAN: Fire Hotspot. Aplikasi ini digunakan untuk pemantauan hotspot (titik panas) sebagai peringatan dini untuk kebakaran hutan.

Dalam pameran ini, LAPAN juga menampilkan hasil pemantauan satelit LAPAN-A2/ LAPAN-Orari dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB. LAPAN-A2 merupakan satelit yang memiliki misi mitigasi bencana. Sementara itu, satelit LAPAN A3 merupakan satelit untuk memantau kondisi lahan pertanian dan mendukung program ketahanan pangan. Satelit ini memberikan informasi terkait pemantauan lahan pertanian musiman khususnya produksi beras. Fokus pemantauan yaitu perolehan hasil panen atau untuk memprediksi musim tanam terbaik. Satelit ini dikembangkan tidak hanya untuk tujuan pertanian, tetapi juga kelautan, perikanan, kehutanan, dan iklim.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Siti Nurbaya, dalam sambutan pembukaan festival, Selasa (16/1), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah Indonesia setelah meratifikasi Paris Agreement dengan UU Nomor 16 tahun 2016. Ia mengatakan, komitmen ini tidak sekedar slogan tetapi telah menghasilkan berbagai kebijakan dan aksi nyata antara lain, terbentuknya Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRNPPI). Sistem ini mencakup pendataan seluruh aksi, sumberdaya mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim di berbagai sektor. Dengan demikian, sistem tersebut memberikan gambaran lengkap tentang pencapaian komitmen Indonesia. “Gambaran tersebut penting karena pada capaian komitmen Indonesia akan diakumulasikan dengan capaian dari negara lain guna memperoleh gambaran pencapaian global,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia lainnya yaitu pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta terbentuknya basis data emisi Indonesia. Keberhasilan Indonesia dalam pengendalian iklim dapat meningkatkan ketahanan ekonomi, sosial, dan ekosistem, serta sumber penghidupan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL