Kompetensi Utama

Layanan


Gerhana bulan total bisa disaksikan akhir bulan ini
Penulis : Ivan JDD • Media : beritagar.id • 25 Jan 2018 • Dibaca : 3774 x ,

Menyaksikan fenomena alam yang langka jika mungkin tidak terlewatkan begitu saja. Pada awal 2018, 1-5 Januari, masyarakat Indonesia diberi kesempatan untuk bisa melihat fenomena alam berupa hujan meteor dan Supermoon --bahkan dengan mata telanjang.

Sementara pada 31 Januari nanti, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia disuguhkan kembali sebuah fenomena alam gerhana bulan total (GBT). Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN), Thomas Djamaluddin, fenomena itu bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi gerhana bulan total bisa disaksikan 31 Januari nanti. Dimulai sekitar pukul 18.48 WIB bisa melihat gerhana parsial, dan sekitar pukul 19.52 WIB hingga 21.08 WIB itu adalah puncaknya (gerhana bulan total)," ujar Thomas dalam laman resmi LAPAN (23/1). Fenomena ini diperkirakan bakal berakhir pada pukul 22.11 WIB.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan akan memiliki tujuh fase; gerhana mulai, gerhana sebagian mulai, gerhana total mulai, puncak gerhana, gerhana total berakhir, gerhana sebagian berakhir, dan gerhana berakhir.

Durasi dari fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir berlangsung selama 3 jam 23,4 menit. Adapun durasi total dari fase gerhana total mulai hingga gerhana total berakhir akan berlangsung selama 1 jam 16,8 menit.

Thomas menambahkan, gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada di antara bulan dan matahari. Pada saat itu cahaya matahari menyinari permukaan bulan sehingga semua orang dapat mengamati seluruh permukaan bulan yang menghadap ke Bumi.

"Tak hanya Indonesia saja, sebagian besar di seluruh dunia bisa melihatnya. Seperti di Asia dan Amerika Utara pun bisa menyaksikannya tergantung pada cuaca. Akan lebih baik jika cuaca cerah dan tidak berawan," imbuh Thomas.

Fenomena tersebut bisa disaksikan dengan mata telanjang. Menyaksikannya pun, kata Thomas, tak akan memberi dampak karena sama saja dengan melihat bulan purnama.

Di Sumatera Barat, pemkot Bukittinggi akan memanfaatkan gerhana bulan total ini untuk menarik kunjungan wisata ke Jam Gadang. Seperti dilansir Viva (24/1), para wisatawan yang ingin melihat keindahan arsitektur Jam Gadang peninggalan Pemerintah Hindia Belanda itu bakal mendapat bonus tambahan; melihat secara langsung fenomena itu.

Para wisatawan bisa mengamati gerhana bulan total mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Bahkan agar seluruh pengunjung bisa melihat fenonema langka tersebut, BMKG dan Pemkot Bukittinggi bakal menyiapkan layar lebar yang terhubung dengan teropong.

Sementara di Jakarta, fenomena langka ini bisa disaksikan bersama-sama di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada sejumlah kepala dinas dan seluruh warga Jakarta.

Berikut isi surat edaran dari Anies dinukil dari Kompas.com (24/1):

Kadisdik, harap menyebarkan edaran kepada sekolah-sekolah berisi informasi tentang fenomena gerhana bulan disertai dengan himbauan kepada guru untuk menjadikan fenomena ini sebagai media pembelajaran dan mendorong minat siswa mempelajari sains, serta mensyukuri anugerah dan mengagumi kebesaran Tuhan.
Kadisparbud, harap menyiapkan fasilitas dan dukungan di tempat-tempat wisata di bawah pengelolaan Pemprov yang dapat dljadlkan titik pengamatan gerhana bulan bagi warga Jakarta.
Kabiro Dikmental, harap menyebarkan edaran kepada masjid-masjid berisi informasi tentang fenomena gerhana bulan disertai ajakan dan panduan untuk menunaikan shalat gerhana secara syar'i.
Selain Planetarium TIM, terdapat enam tempat lain di Jakarta yang cocok untuk menyaksikan fenomena tersebut. Enam lokasi itu adalah Tugu Monas, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Taman Fatahillah, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah, dan Pantai Ancol.

Selama 2018, selain gerhana bulan total, akan terjadi empat gerhana lain. Gerhana matahari sebagian pada 15 Februari, gerhana matahari sebagian pada 13 Juli, dan gerhana matahari sebagian pada 11 Agustus.

Namun seluruh gerhana matahari itu tidak bisa disaksikan dari Indonesia. Sementara, gerhana bulan sebagian pada 28 Juli bisa diamati dari Indonesia.





Sumber : https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/gerhana-bulan-total-bisa-disaksikan-akhir-bulan-ini








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL