Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Kerja Sama Dukung Pembangunan Pontianak
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/EN • 26 Jan 2018 • Dibaca : 15809 x ,

Sekretaris Utama LAPAN dan Walikota Pontianak menandatangani naskah kerja sama dengan disaksikan oleh Kepala LAPAN.

LAPAN dan Pemerintah Kota (pemkot) Pontianak menandatangani naskah kerja sama. Naskah kesepahaman bersama ditandatangani oleh Sekretaris Utama LAPAN, IL Arisdiyo, dan Walikota Pontianak, Sutarmidji, di Pontianak, Rabu (25/1). Bentuk kerja sama yang dilakukan adalah pengintegrasian data-data dan informasi dari LAPAN dengan aplikasi Gencil milik pemkot.

Dalam naskah tersebut, kedua instansi sepakat untuk bekerja sama dalam penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan sains dan teknologi penerbangan dan antariksa untuk mendukung pembangunan Kota Pontianak. 

Dalam acara ini, juga ditandatangani perjanjian kerja sama antara LAPAN dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak. Kerja sama tersebut terkait pemanfaatan layanan informasi penerbangan dan antariksa berupa penyediaan informasi berbasis data satelit untuk pembangunan Kota Pontianak. Naskah ditandatangani oleh Kepala Biro Kerjasama, Humas, dan Umum yang diwakili oleh Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Halimurrahman, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Uray Indra Mulya. 

Ruang lingkup perjanjian kerjasama ini meliputi pemanfaatan layanan informasi dan edukasi di bidang penerbangan dan antariksa, penyediaan dan pemanfaatan data dan teknologi penginderaan jauh, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa LAPAN memiliki empat kompetensi yang dapat mendukung pembangunan. Kompetensi tersebut yaitu sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, teknologi penginderaan jauh, dan kajian kebijakan penerbangan dan antariksa.

Ia menjelaskan, LAPAN mempunyai berbagai hasil penelitian yang dapat dimanfatkan oleh kementrian, lembaga pemerintah, serta pemerintah daerah. Contohnya yaitu keberadaan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) yang telah banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat. Data penginderaan jauh tersebut telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan misalnya di bidang kemaritiman, kebencanaan, sumber daya alam dan lingkungan, tanggap darurat, dan perencanaan tata ruang. LAPAN juga memiliki sistem pemantauan bumi nasional. Thomas mengatakan bahwa sistem ini bermanfaat untuk pemantauan wilayah yang potensial untuk penangkapan ikan, identifikasi titik panas dan potensi kebakaran lahan, dan pemantauan permukaan bumi.

Di bidang teknologi penerbangan dan antariksa, LAPAN memiliki pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Pesawat ini dapat digunakan untuk pemantauan bencana, misalnya longsor di Banjarnegara. Pemanfaatan UAV ini dapat membantu tim evakuasi untuk memantau daerah bencana. Selain itu, LAPAN juga mengembangkan roket dan satelit.

Ia melanjutkan, LAPAN juga memiliki Decission Suppot System (DSS) berbasis sains antariksa dan atmosfer. Sistem ini kemudian diintegrasikan dengan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), potensi bencana, kehutanan, dan iklim. LAPAN juga memiliki Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA) yang merupakan sistem peringatan dini bencana terkait kondisi atmosfer ekstrem. Sistem ini didukung satelit penginderaan jauh dan model-model dinamika atmosfer. Sistem lainnya yang dimiliki LAPAN yaitu informasi harian sebagai peringatan dini untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Informasi tersebut dapat diakses melalui smartphone secara real time melalui aplikasi LAPAN Fire Hotspot.

Selain itu, pada pertengahan 2018, Thomas mengatakan bahwa LAPAN akan memasang radar Santanu. Radar yang berfungsi untuk mendeteksi curah hujan ekstrem tersebut akan dipasang di Balai Pengamatan atmosfer LAPAN Pontianak. Melalui radar itu, informasi kondisi ekstrem curah hujan bisa diketahui. 

Sementara itu, Walikota Pontianak, mengatakan bahwa kerjasama ini akan melengkapi informasi yang tersedia di aplikasi Gencil. Dengan demikian, masyarakat atau pengguna smartphone bisa mengakses kondisi cuaca, baik di Pontianak, KalimantanBarat, di Indonesia, bahkan dunia. Hal itu penting untuk membiasakan masyarakat mengetahui informasi cuaca di kawasan pemukimannya sehingga bencana dapat diantisipasi. Penyajian informasi ini juga untuk wahana edukasi masyarakat. Selain itu, informasi cuaca sangat penting bagi nelayan. Sutarmidji mengatakan bahwa informasi cuaca yang disajikan LAPAN tingkat akurasinya cukup tinggi.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL