Kompetensi Utama

Layanan


Cuma 15% dari 230 Ha Lahan di Hulu Sungai, DAS Citarum Masuk Kategori Kristis
Penulis : Rio Ryzki Batee • Media : galamedianews.com • 29 Jan 2018 • Dibaca : 10951 x ,

BERDASARKAN pemindaian dari citra satelit Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), ditemukan lahan sekitar 230 ribu hektare di hulu sungai Citarum. Namun, hanya 15% yang merupakan kawasan hutan.

"Padahal sesuai peraturan harusnya 30 persen. Jadi bisa kebayang bagaimana kalau terjadi hujan besar yang akhirnya menyebabkan bencana alam di Kawasan DAS Citarum," kata Kepala Bagian Admin Pusfatja Lapan Winanto di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kartasari, Kabupaten Bandung, Minggu (28/1/2018).

Menurutnya, pemindaian kawasan hulu Sungai Citarum dilakukan selama tahun 2017. Dari 15 persen tersebut, 8,9 persen hutan primer dan sisanya semak belukar. Kondisi itu sudah masuk dalam kategori kritis.

Dikatakannya, kondisi kritis tutupan lahan di hulu Sungai Citarum dikarenakan pengalihan fungsi menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Melihat hal tersebut, dibutuhkan hutan konservasi dalam meminimalisasi bencana alam seperti banjir, erosi dan lain sebagainya.

"Dampak dari terjadinya bencana alam tersebut, juga dapat membuat sedimen menumpuk di Sungai Citarum. Tapi dengan rekayasa melalui tanaman bisa dijaga ekosistemnya, seperti tanaman kopi dan endemik lainnya yang ramah limgkungan," tuturnya.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, debit air pada kondisi normal Sungai Citarum 41 meter kubik per detik. Akan tetapi, pada saat musim hujan, bisa mencapai 578 meter per kubik per detik. Sehingga cukup rawan terjadi banjir dan longsor.

"Akibat banyaknya hutan yang gundul, saat hujan air tidak terserap oleh tanaman dan pohon sehingga tumpah semua ke sungai. Terlebih debit air yang meningkat ketika hujan terjadi," katanya.

Pada musim kemarau, lanjutnya, debit air di Sungai Citarum mengalami penurunan hingga hanya 2,7 meter kubik per detik. Terutama dengan hilangnya mata air dari tahun ke tahun karena minimnya kawasan konservasi dan hutan lindung.

"Pada tahun 2009 terdapat 300 mata air di Cekungan Bandung, tapi pada tahun 2015 menurun menjadi 144 mata air. Kalau kondisi ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemingkinan akan terus menurun jumlahnya kedepan," tambahnya.






Sumber : http://www.galamedianews.com/bandung-raya/177545/cuma-15-dari-230-ha-lahan-di-hulu-sungai-das-citarum-masuk-kategori-kristis.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL