Kompetensi Utama

Layanan


Penyediaan Data Satelit Resolusi Tinggi oleh LAPAN Tingkatkan Efisiensi APBN
Penulis Berita : Humas/Zak • Fotografer : Humas/Meg • 30 Jan 2018 • Dibaca : 13201 x ,

Kepala LAPAN menyerahkan citra satelit kepada Menristekdikti.

LAPAN menyerahkan data satelit penginderaan jauh beresolusi tinggi dan sangat tinggi kepada instansi pemerintah, Jakarta (30/1). Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa kegiatan ini diawali dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2012 da diperkuat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. 

Dasar hukum tersebut mengamanatkan LAPAN untuk menyediakan data citra satelit penginderaan jauh untuk kebutuhan nasional. Data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan oleh semua kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi secara gratis dengan lisensi pemerintah. Saat ini, LAPAN sudah mampu menerima citra satelit resolusi sangat tingi secara langsung.

Citra satelit tersebut sangat dibutuhkan oleh kementerian dan lembaga, contohnya Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk membuat peta desa. Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakannya untuk blok sensus. Sementera itu, Kemeterian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) memanfaatkannya terkait pembuatan peta pertanahan, pertanian, dan tata ruang. 

Pengadaan citra satelit satu pintu oleh LAPAN tersebut meningkatkan efisiensi. Thomas mencontohkan, pada anggaran 2016, dana untuk pengadaan dan layanan data satelit resolusi tinggi menghabiskan sekitar Rp 210 miliar. Bila pengadaan dilakukan dengan pola lama yaitu oleh masing-masing instansi, maka akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 7,4 triliun. “Hal ini tentunya merupakan penghematan yang besar,” ujarnya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, dalam sambutannya berharap bahwa pemerintah pusat dan daerah dapat menggunakan data ini sebaik-baiknya. Ia mengatakan bahwa pemanfaatan data tersebut sangat penting. Untuk itu diperlukan sinergi semua lapisan untuk mendayagunakan data tersebut untuk kepentingan nasional seperti pertanian, perikanan, pemanfaatan sumber daya alam, pariwisata, penanggulangan bencana, penanganan krisis, dan bahkan bisnis.

Nasir mengatakan, beberapa titik di Indonesia termasuk rawan bencana, baik bencana banjir, longsor, kebakaran hutan, dan gempa. Dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh yang mempunyai resolusi sangat tinggi ini, diharapkan pemantauan bencana menjadi dapat lebih baik. 

Ia melanjutkan, di sektor pertanian, teknologi ini dapat digunakan untuk memantau luas lahan dan prediksi produktivitas pertanian. Dengan demikian, teknologi tersebut dapat meningkatkan ketahanan nasional. 

Sementara itu, pada sektor maritim, teknologi penginderaan jauh dimanfaatkan untuk memantau pergerakan kapal sehingga diharapkan dapat mencegah adanya ilegal fishing. Selain itu juga dapat digunakan untuk pemantauan sumber daya kelautan, baik untuk memantau adanya tumpahan minyak di lautan, atau untuk memantau mangrove, terumbu karang, dan abrasi.

Dalam sambutannya, Nasir juga mengucapkan selamat kepada LAPAN atas beroperasinya sistem penerima data penginderaan jauh resolusi sangat tinggi, yaitu data penginderaan jauh optis dengan resolusi spasial 50 cm dan data SAR, yang telah beroperasi sejak akhir tahun 2017. Sistem ini akan mendukung para pengambil kebijakan dan para peneliti dalam memperoleh data satelit penginderaan jauh dengan skala ketelitian yang lebih baik. Selanjutnya, dengan memanfaatkan data satelit penginderaan jauh berbagai resolusi dari berbagai sensor satelit, para pengambil kebijakan akan dapat melakukan perencanaan dan pemantauan pembangunan berbasis spasial dengan lebih baik. 

Wakil Komisi VII DPR RI, Dr. Herman Khaeron mengharapkan citra satelit resolusi tinggi dapat dimanfaatkan oleh berbagai lembaga. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan semakin luas. 

Dalam acara tersebut, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, mengatakan bahwa pada 2018, LAPAN akan memasang antena baru di stasiun bumi penginderaan jauh Parepare untuk menerima data citra satelit beresolusi tinggi.

LAPAN menyerahan data satelit penginderaan jauh beresolusi tinggi dan sangat tinggi hingga 50 sentimeter kepada instansi pemerintah, yang terdiri dari 21 kementerian dan lembaga pemerintah, TNI, Polri, 34 pemerintahan provinsi, dan 40 pemerintahan kabupaten atau kota.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL