Kompetensi Utama

Layanan


Amati Gerhana Bulan, Teleskop LAPAN Agam Jadi Incaran Masyarakat
Penulis : Yudi Prama Agustino • Media : rri.co.id • 01 Feb 2018 • Dibaca : 2497 x ,

KBRN, Bukittinggi : Teleskop yang digunakan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Agam saat mengamati Gerhana Bulan Total (GMT) di kawasan Lapangan Kantin Bukittinggi, Rabu (31/1/2018), menjadi incaran masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, satu di antara teleskop ini dikerumuni ratusan masyarakat yang ingin menyaksikan bulan melalui teleskop, karena jarang-jarang mereka melihat angkasa melalui teleskop itu.

Warga terpaksa harus bergantian mencoba teleskop ini. Tidak hanya sekedar melirik lewat teleskop, beberapa warga juga ada yang membidik fenomena GBT lewat kamera handpone ke lensa teleskop yang baru pertamakali dibawa ke hadapan publik.

Salah seorang mahasiswi UNP Padang Kinong mengaku sudah sejak Maghrib berada di kawasan Lapangan Kantin, dan sengaja datang bersama rekan-rekann, guna menyaksikan pemandangan langka lewat teleskop milik LAPAN.

Kepala LAPAN Agam Syafrijon mengatakan, pengamatan ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai proses terjadinya fenomena Gerhana Bulan Total.

“Selain Lapangan Kantin, kawasan Jam Gadang juga jadi tempat favorit bagi warga untuk melihat dan mengabadikan proses gerhana bulan. Bahkan di sepanjang trotoar Jalan Sudirman juga banyak yang megabadikan proses gerhana tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Perekayasa Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Agam, Ridho Pratama mengatakan, dalam pengamatan Gerhana Bulan ini memang digunakan dua unit teleskop, yakni William Optic GT 81, dan Celestron CPC 925.

“Teleskop William Optic digunakan untuk live streaming yang tersambung ke komputer dan layar lebar, sehingga bisa langsung dilihat oleh warga. Sementara satunya lagi, Teleskop Celestron, diperuntukan bagi warga yang ingin melihat langsung gerhana bulan melalui teleskop,” jelasnya.

Menurut Ridho Pratama, pengamatan Gerhana Bulan ini dimulai dengan persiapan semenjak pukul 16.00 WIB, dan pengamatan baru mulai kami lakukan pukul 18.42 WIB hingga pukul 22.11 WIB.

“Gerhana Bulan Total ini sangat istimewa dan menarik perhatian masyarakat banyak. Selain bertepatan dengan supermoon jarak bulan dekat dengan bumi, Bulan Purnama ini merupakan purnama kedua pada Januari 2018, karena sebelumnya bulan purnama juga terjadi pada 1 Januari 2018,” terangnya.

Ridho Pratama menambahkan, proses Gerhana Bulan Total ini mulai terjadi pada pukul 18.48 WIB, dan berakhir pada pukul 22.11 WIB.






Sumber : http://rri.co.id/post/berita/485467/daerah/amati_gerhana_bulan_teleskop_lapan_agam_jadi_incaran_masyarakat.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL