Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Rancang Peta Digital Lebih Canggih dari Google Maps
Penulis : ryn/JPC • Media : jawapos.com • 01 Feb 2018 • Dibaca : 7272 x ,

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ditantang untuk membuat peta digital seperti Google Maps. Tantangan tersebut datang dari berbagai pihak, salah satunya disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron.

Dia menjelaskan bahwa Lapan dengan teknologi yang ada sekarang ini seharusnya sudah bisa mengejar ketertinggalan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). “Sekarang kita tantang nih, Lapan bisa nggak bikin kaya Google Maps. Jadi nanti orang Indonesia tidak usah lagi tuh pake Google Maps. Pake yang lokal, asli Indonesia punya. Lapan Maps,” katanya dalam kesempatan wawancara dengan awak media di Jakarta.

“Kita pantau terus nih Lapan, dan menunjukan eskalasi yang bagus. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin maju dengan temuan-temuan yang lebih signifikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Dari pemerintah pokoknya kita dorong terus, baik berupa biaya dan regulasinya,” jelas Herman.

Menanggapi tantangan yang ditujukan kepadanya, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menyatakan, saat ini timnya tengah menggarap aplikasi peta digital serupa Google Maps. Bedanya, Djamal mengklaim peta yang dibuat oleh Lapan nantinya akan lebih lengkap ketimbang milik Google.

Untuk mewujudkan rencana itu, Lapan akan bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang memberikan pelayanan baik pada pemerintah, swasta maupun masyarakat.

"Secara umum ini bekerja sama dengan BIG yang juga ingin menyediakan peta berbasis citra satelit yang mirip-mirip dengan Google maps," katanya dalam kesempatan yang sama.

Djamal mengklaim nantinya peta Lapan akan bisa lebih diandalkan dalam penentuan keputusan dan pengukuran dibanding peta Google. Sebab, lebih detail dan terkoreksi.

"Untuk pengukuran dan pengambilan kebijakan kan harus betul-betul terukur dan terkoreksi. Nah, data yang disediakan oleh Lapan adalah data yang terkoreksi yang kemudian nanti dengan metodologi milik BIG membuat citra tegak. Dari sana, tentu kita bisa menyediakan peta Indonesia itu secara detail dengan kualitas yang lebih baik dari milik Google," jelas Djamal.

Namun pria murah senyum itu menanggapi tantangan itu dengan santai. Dirinya menjelaskan bahwa mewujudkan aplikasi seperti Google Maps butuh banyak penyesuaian, yang paling jelas terlihat adalah kemampuan anggaran. Dia mengatakan bahwa pihaknya terus mencoba untuk menaikkan kemampuan anggaran dengan cara berdiskusi dengan kementerian terkait.

“Saat ini peta digital yang dimaksud sudah dalam proses pembuatan. Targetnya, peta ini rampung sebelum memasuki tahun 2019. Sudah dalam proses. Sistemnya sudah dibangun oleh BIG dan Lapan. Lebih cepat, ditargetkan sebelum 2019," pungkas Djamal.




Sumber : https://www.jawapos.com/read/2018/02/01/185491/lapan-rancang-peta-digital-lebih-canggih-dari-google-maps








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL