Kompetensi Utama

Layanan


Peneliti LAPAN Ajari Peneliti Malaysia, India, dan Mesir soal Ionosfer
Penulis : Zahrina Yustisia Noorputeri • Media : Kumparan.com • 05 Mar 2018 • Dibaca : 6741 x ,

Sejak 5 Maret hingga 9 Maret 2018 nanti, Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa LAPAN) mengadakan International School on Equitorial and Low Latitude Ionospher 2018 (ISELION 2018). Rangkaian acara ini dilangsungkan di Assessment Center Building, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Secara sederhana ISELION 2018 adalah semacam sekolah singkat internasional mengenai ionosfer rendah di atas wilayah khatulistiwa. LAPAN mengadakan acara ini dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga internasional yang berkaitan dengan ionosfer.

Kepala Bidang Diseminasi Pussainsa Dr. Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan ada 40 peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana dari tujuh negara yang mengikuti acara ini.

"Dari Indonesia yang terbanyak, kedua dari Malaysia, ketiga Filipina, kemudian yang lainnya dari Vietnam, India, Nepal, dan Mesir,” tutur Sungging kepada kumparanSAINS, Senin (5/3).

Uniknya, ada tiga peneliti LAPAN yang akan menjadi pengajar dalam sekolah singkat internasional ini, yaitu Dr. Buldan Muslim, Dr. Varuliantor Dear, dan Asnawi Husin, Msc. Mereka akan mengajarkan beberapa materi dan praktikum terkait ionosfer kepada para peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana dari luar dan dalam negeri itu.

Pentingnya Ilmu soal Ionosfer
Dalam sekolah singkat ini, para peserta akan diajak tidak hanya belajar teori mengenai ionosfer di kelas, tetapi juga melakukan praktikum di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, Sumedang.

“Sekarang bisa dikatakan kita hidup di dunia yang tergantung sekali pada satelit. Nah, komunikasi dengan satelit itu kan melewati wilayah yang disebut sebagai ionosfer. (Oleh karena itu) akurasi data dan informasi yang melewati ionosfer itu menjadi semakin penting,” papar Sungging mengenai pentingnya materi yang diajarkan dalam acara ini.

Sungging mencontohkan, untuk keperluan navigasi pada GPS, diperlukan semacam koreksi kondisi ionosfer untuk menentukan keakuratan dari navigasi tersebut. Selain itu, ia menambahkan, keperluan komunikasi melalui gelombang radio pun menggunakan lapisan ionosfer sebagai medium perambat gelombangnya.

Selain mengembangkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan para peserta soal ionosfer, menurutnya acara ini juga bertujuan untuk membangun jejaring internasional antara para peneliti dari berbagai negara tersebut.








Sumber : https://kumparan.com/@kumparansains/peneliti-lapan-ajari-peneliti-malaysia-india-dan-mesir-soal-ionosfer








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL