Kompetensi Utama

Layanan


Arsip Penting dalam Penyajian Data Secara Cepat dan Akurat
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 08 Mar 2018 • Dibaca : 1986 x ,

Arsiparis Kementerian Kesehatan melihat citra satelit di Pustekdata.

Arsip menjadi bagian yang penting bagi instansi pemerintah dalam pengelolaan data dan dokumen. Dengan demikian, ini akan mendukung dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan profesional. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama LAPAN, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih, saat menerima kunjungan arsiparis Kementerian Kesehatan di Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekdata) LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (8/3).

Erna malanjutkan, saat ini kecenderungan pengelolaan arsip digital menjadi kebutuhan yang tidak terelakan. Tuntutan pelayanan yang cepat dan akurat memerlukan pengelolaan arsip yang memadai dan canggih. Dengan demikian, kapanpun diperlukan, maka arsip mudah untuk diperoleh.

LAPAN mengelola arsip terkait ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa, diantaranya terkait data penginderaan jauh. Erna mengatakan bahwa Pustekdata mengelola Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN). Data tersebut diperoleh dan dikelola untuk kebutuhan nasional.

Terkait dengan data penginderaan jauh, Kepala Pustekdata, Dedi Irawadi, mengatakan bahwa LAPAN memiliki amanat untuk menyediakan data penginderaan jauh bagi instansi pemerintah pusat dan daerah. Data tersebut harus dapat diberikan secara cepat. Untuk itulah, sejak 2012, LAPAN membangun BDPJN. Slogannya yaitu Sistem Penyajian Data Cepat, Aman, dan Populer (Space Map).

“Penyajian data saat ini bukan hanya harus cepat, melainkan juga memperhatikan keamanan data tersebut. Sementara itu, populer maksudnya yaitu bahwa perolehan datanya harus mudah bagi pengguna, misalnya bukan hanya melalui computer melainkan juga lewat telepon pintar,” ujarnya.

Mengingat pentingnya pengelolaan data tersebut maka diperlukan standardisasi. Dedi mengatakan, untuk itu, standar pengelolaan dan pelayanan data penginderaan jauh di LAPAN telah mengikuti ISO 9001:2015 dan 27001.

Pengambilan data penginderaan jauh di LAPAN dilakukan dengan menggunakan satelit. Arsiparis Ahli Utama LAPAN, IL Arisdiyo mengatakan bahwa satelit mengelilingi bumi dengan kecepatan tujuh kilometer per detik. Kemudian satelit melakukan pemotretan permukaan bumi. Hasil potret tersebut kemudian disimpan di bank data.

Nantinya, citra satelit tersebut dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah. Kepala Bidang Diseminasi Pustekdata LAPAN, Rubini Jusuf, mengatakan bahwa contoh pemanfaatan data penginderaan jauh yaitu untuk pemantauan pulau-pulau terluar dan terkecil yang sulit dijangkau. Contoh lainnya yaitu pemanfaatan citra satelit untuk memantau lahan secara historis. Dengan demikian, pemerintah atau pihak terkait dapat mengetahui adanya perubahan alih fungsi lahan di suatu wilayah.

Rubini menambahkan, untuk memudahkan pengguna, LAPAN telah memiliki katalog data penginderaan jauh untuk resolusi rendah, menengah, dan tinggi. Katalog tersebut dapat menjadi acuan bagi pengguna dalam memperoleh data yang diperlukan bagi instansinya. Katalog dapat diakses melalui website www.lapan.go.id.

Kunjungan dari Kementerian Kesehatan ini bertujuan untuk studi banding. Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan, dr. Desak Made Wismarini, mengatakan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai ajang untuk bertukar pengalaman dalam upaya mempertahankan kinerja manajemen arsip. Ia menjelaskan, LAPAN dikunjungi karena instansi ini erat kaitannya dengan penyediaan data. Dengan demikian, para arsiparis dapat belajar cara menyajikan data secara cepat, akurat, namun tanpa mengesampingkan faktor keamanan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL