Kompetensi Utama

Layanan


Ini Dampak Hari Tanpa Bayangan Bagi Bumi
Penulis : Martina Rosa Dwi Lestari • Media : netralnews.com • 15 Mar 2018 • Dibaca : 1891 x ,

JAKARTA, NNC - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyampaikan, bahwa pada 21 Maret 2018 dini hari, Indonesia akan alami Hari Tanpa Bayangan dengan titik pusat di Garis Katulistiwa, Pontianak. Tetapi dampak dari Hari Tanpa Bayangan tidak hanya terjadi di Pontianak.

Lantas apa dampak Hari Tanpa Bayangan pada Bumi?.

Dikutip dari keterangan tertulis yang NNC terima, Kamis (15/3/2018), Matahari akan melintas di atas kepala. Sehingga saat itu Matahari akan lebih terik dibandingkan saat solstice. Solstice sendiri merupakan momentum saat matahari berada di titik paling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas dan musim dingin.

Summer solstice akan terjadi sekitar 22 Juni 2018 dan winter solstice akan terjadi sekitar 22 Desember.

Pada Hari Tanpa Bayangan, tidak ada perubahan percepatan atau gaya gravitasi Bumi/Matahari. Selain itu, mulai terjadi perubahan musim di Indonesia.

Dilansir dari laman LAPAN, Hari Tanpa Bayangan adalah momentum saat Matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan.

Peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat. Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya. Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.

Pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, Matahari akan tepat berada di atas equator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam.

Di daerah equator, misalnya di Kota Pontianak, Matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan. Pada 21 Maret 2018, Matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB. Setelahnya, Matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian. Fenomena yang sama akan terjadi saat autumnal equinox (autumn = musim gugur), pada 23 September 2018.





Sumber : http://www.netralnews.com/news/nasional/read/132452/ini.dampak.hari.tanpa.bayangan.bagi.bumi








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL