Kompetensi Utama

Layanan


Pesawat Tanpa Awak Semarakkan Pesona Kulminasi Matahari
Penulis : Syahrul/ARN • Media : rri.co.id • 21 Mar 2018 • Dibaca : 4419 x ,

KBRN, Pontianak: Pelaksanaan Pesona Kulminasi Matahari mulai 21-23 Maret 2018 kali ini, sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak bekerjasama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Pontianak menampikan berbagai suguhan menarik dan bernilai edukasi bagi pengunjung dan masyarakat Kota Pontianak.

Seperti yang di tampilkan pada pelaksanaan Pesona Kulminasi Matahari hari ini Rabu (21/03/2018) di Kompleks Tugu Khatulistiwa. Selain dapat menyaksikan fenomena alam tanpa bayangan dalam beberapa saat atau telur yang dapat berdiri di titik nol derajat, para pengunjung dan wisatawan juga di suguhkan mini Planetarium yang di datangkan khusus dari LAPAN Bandung.

Pjs Walikota Mahmudah menegaskan, Pesona kulminasi matahari bulan Maret ini berkesan istimewa dengan adanya planetarium mini dari LAPAN. Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, Mahmudah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak LAPAN yang sudah mengirimkan planetarium ini sebagai media edukasi bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan pihak LAPAN bersedia mengirimkan planetariumnya ke Kota Pontianak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas LAPAN RI, Jasyanto menerangkan, kehadiran mini Planetarium merupakan tindak lanjut dari MoU yang di laksanakan antara LAPAN dengan Pemerintah Kota Pontianak. Mini Planetarium ini di harapkan dapat memberikan edukasi keantariksaan bagi masyarakat maupun pengunjung.

“Kita mensupport kegiatan ini, dalam rangka memberikan informasi keberadaan LAPAN Pontianak, sehingga bisa lebih banyak di kunjungioleh masyarakat Kota Pontianak, “paparnya.

Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA-LAPAN) Pontianak, di tambahkan Jasyanto, telah melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan fenomena matahari, termasuk pada kegiatan Hari Tanpa Bayangan yang terjadi di Pontianak. Sementara itu, titik kulminasi matahari hari ini terjadi tepat pada Pukul 11.50 WIB. Sedangkan, untuk hari kedua juga terjadi di pukul 11.50 WIB dan di hari ketiga terjadi tepat pukul 11.49 WIB.

Selain, menampilkan Mini Planetarium, Borneo Skycam dengan Project “Membelah Langit Khatulistiwa” juga unjuk kebolehan menerbangkan Pesawat Tanpa Awak bertenaga matahari di atas pusat pelaksanaan titik kulminasi.

Di tempat terpisah satu diantara Turis yang menyaksikan langsung fenomena alam kulminasi matahari Tatiana asal Russia terkesan sekaligus bisa berkesempatan menyaksikan langsung hari tanpa bayangan. Menurut Tatiana ini merupakan pengalaman pertamanya yang sangat luar biasa.

“Ini pengalaman pertama saya disini, saya baru tahu tanggal 21 ada kulminasi matahari, peristiwa ini sangat luar biasa,” ungkapnya dengan Bahasa Inggris yang fasih.

Ditanya mengenai kesan terhadap masyarakat sekitar yang turut menyaksikan fenomena matahari berkulminasi di atas kepala, Tatiana menuturkan, masyarakat tampak senang dan pertunjukkan tari yang di tampilkan sangat indah.

“Masyarakatnya baik, mereka tampak senang sekali ada kegiatan ini, dan tarian yang di tampilkan sangat indah,” pungkasnya. 






Sumber : http://rri.co.id/post/berita/505155/daerah/pesawat_tanpa_awak_semarakkan_pesona_kulminasi_matahari.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL