Kompetensi Utama

Layanan


Keindahan Seribu Payung dan Edukasi Planetarium Mini
Penulis : Idil Aqsa Akbary • Media : pontianakpost.co.id • 22 Mar 2018 • Dibaca : 2310 x ,

Perayaan Kulminasi Matahari 2018

Agenda pariwisata, perayaan peristiwa kluminasi matahari dimulai Rabu (21/3) kemarin hingga Jumat (23/3) besok. Kegiatan yang diadakan dua kali dalam setahun dan dipusatkan di kawasan Tugu Khatulistiwa ini menawarkan beragam hal menarik.

SERIBU payung warna-warni menambah keindahan kawasan Tugu Khatulistiwa. Digantung di antara pepohonan, payung-payung yang membentang sekaligus menambah kerindangan.

Kawasan yang dilintasi garis lintang nol derajat itu cukup ramai, Rabu (21/3). Selian ingin menyaksikan matahari berada hampir tepat di atas kepala/kluminasi pada pukul 11.50 WIB, orang-orang juga menikmati berbagai kegiatan di sana.

Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya agar perayaan kluminasi matahari semakin semarak dan ramai dikunjungi tiap tahunnya. Untuk bulan Maret ini banyak hal baru dihadirkan. Selian suasana yang dibuat beda, penyelenggara juga menghadirkan planetarium mini.

Wahana berbentuk globe berwarna hitam itu didatangkan langsung dari LAPAN Bandung. Berdiameter sekitar enam meter dan tinggi tiga meter, di dalam bisa disaksikan beragam edukasi tentang antarikasa. Pengunjung seolah berada di luar angkasa dan bisa melihat peristiwa-peristiwa benda langit, plus penjelasan dari operator.

Ratusan orang yang memadati kawasan tersebut bergantian ingin mencoba wahana itu. Salah satunya, Ana (21) yang mengaku terkesan. "Baru kali ini sih masuk ke planetarium, seru juga," ucap mahasiswi itu.

Melihat antusias warga, Pemkot pun berencana akan membuat mini planetarium di kawasan Tugu Khatulistiwa secara permanen. Seperti diungkapkan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak Mahmudah.

"Tahun ini kita bisa menyaksikan mini planetarium di Tugu Khatulistiwa, dapat pinjaman dari Lapan pusat, dan kami berharap tahun depan punya sendiri dan tidak lagi meminjam,” katanya usai membuka acara.

Dijelaskannya pengadaan mini planetarium itu akan ada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkannya sekitar Rp200-300 juta. Mini planetarium itu akan dibuatkan gedung permanen agar lebih nyaman.

"Kami bikinkan tempat yang permanen, ada penjaganya dan aman. Artinya barangnya kan mahal, jadi harus bisa dirawat. Kami berharap mudah-mudahan Kota Pontianak bisa menganggarkan untuk mini planetarium ini," katanya.

Tekait kluminasi matahari, Mahmudah mengatakan hal tersebut menjadi keistimewaan yang dimiliki Kota Pontianak. Karena itu sudah sepatutnya menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat (Kalbar). Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar memiliki banyak obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan sehingga menjadi andalan daya tarik wisata. "Apalagi saat ini telah ada pihak ketiga yang berinvestasi untuk mengembangkan kawasan Tugu Khatulistiwa ini," sebutnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak LAPAN yang sudah mengirimkan planetarium ini sebagai media edukasi bagi masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan pihak LAPAN bersedia mengirimkan planetariumnya ke Kota Pontianak," ucapnya.

Kepala Bagian Humas LAPAN Jasyanto menerangkan, peristiwa kulminasi matahari terjadi karena bumi beredar mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar bumi itu berbentuk agak lonjong sehingga bumi terkadang bergerak lebih cepat dan kadang lebih lambat. "Bidang edar bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator bumi," paparnya.

Kemudian, dijelaskankannya, pada 20 Maret 2018 pukul 23.15, matahari akan tepat berada di atas equator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox atau vernus musim semi, equus yang berarti sama dan noct berarti malam. Karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam.

"Di Pontianak, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan dan pada 21 Maret 2018, matahari akan mencapai titik puncak atau kulminasi pada pukul 11.50," terangnya.

Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pontianak, kata dia, telah melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan fenomena matahari, termasuk pada kegiatan Hari Tanpa Bayangan yang terjadi di Pontianak. "Pada kulminasi matahari kali ini, LAPAN akan menyajikan pertunjukan planetarium mini, pameran, dan ceramah edukasi," pungkasnya.(*)




Sumber : http://www.pontianakpost.co.id/keindahan-seribu-payung-dan-edukasi-planetarium-mini








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL