Kompetensi Utama

Layanan


Sumber Tumpahan Minyak Masih Sumir, Minta Tolong LAPAN
Penulis : rsh/sar/jpg • Media : indopos.co.id • 03 Apr 2018 • Dibaca : 7040 x ,

INDOPOS.CO.ID - Sumber tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus ditelusuri. Ketua Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Tri Bangun Leksana sudah berkoordinasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk mendapatkan citra satelit di lokasi kejadian.

”Kami minta beberapa hari sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian. Sehingga bisa menjadi data pendukung untuk menarik kesimpulan nantinya,” kata pria yang akrab disapa Sony tersebut.

Dia melanjutkan, pihaknya saat ini sebatas mengumpulkan fakta-fakta di lapangan kemudian melaporkan kepada pimpinan dalam hal ini KLHK. Fakta-fakta itu seperti adanya tumpahan minyak sebelum kebakaran. Kemudian terjadi kebakaran, dan setelah kebakaran juga masih banyak ceceran minyak yang tersisa.

”Kemudian ada pesut mati diduga akibat pencemaran minyak. Itu kami laporkan semua. Soal penelusuran sumber minyak masih ditelusuri oleh tim Gakkum (Penegakan Hukum) KLHK. Termasuk jika nanti sudah diketahui pelakunya, sanksi yang menentukan KLHK Bidang Gakkum,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Kalimantan, Subhan menyebutkan, tim Gakkum KLHK sedang bekerja di lapangan bersama tim gakkum dari instansi lain. ”Saat ini belum ada kesimpulan apa-apa. Masih penyelidikan. Nanti kami sampaikan kalau sudah selesai. Jadi jangan lagi ada informasi yang sepotong-sepotong,” ujarnya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani mengungkapkan, pihak Gakkum KLHK sudah berada di lokasi kejadian sejak hari pertama kejadian. ”Kami bertindak cepat. Setelah mendapat informasi kejadian tumpahan minyak, kami langsung berkoordinasi di lapangan termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan dan Pertamina,” kata Roy, sapaan akrab Rasio Ridho Sani di Jakarta, Senin (2/4).

Roy mengatakan, tim KLHK berkoordinasi dan mendukung Pertamina melakukan mitigasi atau penanggulangan agar dampaknya tidak meluas. ”Tindakan yang dilakukan saat ini adalah fokus kepada penanggulangan dampak,” katanya.

Untuk mengetahui sejauh mana dampak yang terjadi terhadap lingkungan, Roy mengatakan saat ini tim Gakkum juga bersama-sama dengan DLH Balikpapan sedang melakukan pengumpulan keterangan termasuk mengambil sampel. ”Langkah ini diharapkan untuk dapat mengetahui penyebab terjadinya ceceran minyak tersebut,” jelasnya.

Roy menambahkan untuk mendalami penanganan kasus tumpahan minyak itu, KLHK sudah menyiapkan tim khusus. ”Pastinya juga melibatkan beberapa unit terkait di KLHK,” imbuhnya.

Diwawancara terpisah, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan informasi terkait dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan tumpahan minyak tersebut.

Wiratno menyebut tim, tak hanya tin dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Gakkum KLHK, tim dari Ditjen KSDAE juga akan bertolak ke Balikpapan hari ini (3/4). ”Nantinya akan ada tim penyelaman untuk melihat dampak dari tumpahan minyak itu dan seberapa dalam area yang tercemar,” jelasnya.

Ditegaskan, pengiriman tim tersebut juga dalam rangka mendeteksi dugaan penyebab tercecernya minyak di perairan Teluk Balikpapan tersebut. ”Mungkin nanti kami bekerja sama dengan Pelindo dan Pertamina,” sebutnya.





Sumber : https://indopos.co.id/read/2018/04/03/133358/sumber-tumpahan-minyak-masih-sumir-minta-tolong-lapan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL