Kompetensi Utama

Layanan


Antena Full Motion Terbesar di Indonesia Optimalkan Penerimaan Data Satelit
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 03 Apr 2018 • Dibaca : 4448 x ,

Kepala LAPAN, Dirjen Risbang, dan Anggota Komisi VII DPR RI meresmikan antena full motion X-S band.

LAPAN meresmikan antena full motion S-X Band Mission Control Center. Antena full motion dengan diameter 11,28 meter ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Peresmian dilaksanakan oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Anggota Komisi VII DPR RI, Nawafi Saleh, dan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Risbang), Dr. Muhammad Dimyati. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/4).

Dalam persemian antena tersebut, LAPAN juga menandatangani naskah kerja sama dengan berbagai instansi. Mitra kerja sama tersebut yaitu PT Telkom, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Syah Kuala, Universitas Surya, dan Universitas Bandar Lampung. Selain itu, dalam acara tersebut juga dilaksanakan penyerahan sertifikat tanah dari Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor kepada Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN.

Kepala LAPAN dalam sambutannya mengatakan bahwa antena yang diresmikan ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi satelit. Ia menjelaskan bahwa pengembangan satelit di LAPAN bermula dari satelit LAPAN-A1/ LAPAN-Tubsat yang diluncurkan pada 2007. Satelit ini mampu beroperasi hingga enam tahun padahal secara teori, usianya diperkirakan hanya tiga tahun. “Kemudian, pada 2015, LAPAN meluncurkan satelit generasi berikutnya yaitu LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI. Pada 2016, LAPAN meluncurkan satelit LAPAN-A3/ LAPAN-IPB,” ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini LAPAN-A4 dan A5 sedang dikembangkan. Untuk LAPAN-A5, pengembangannya bekerja sama dengan Universitas Chiba untuk penggunaan radar mini dalam satelit mikro. Kepala LAPAN berharap, LAPAN-A4 dapat diluncurkan pada 2020, sementara LAPAN-A5 pada 2022.

Setelah 2022, pengembangan satelit memasuki fase operasional. Kepala LAPAN mengatakan, rencananya, LAPAN akan mengembangkan satelit mikro operasional kelas 150 kilogram. Satelit semacam ini lebih realistis untuk diwujudkan karena biayanya tidak terlalu besar. Lagipula, kecenderungan global saat ini mengarah pada pengembangan satelit mikro operasional berorbit rendah. Nantinya, LAPAN akan memiliki beberapa satelit yang beroperasi secara konstelasi. Satelit operasional generasi awal akan bermisi penginderaan jauh. Sementara itu, berikutnya, LAPAN akan mengembangkan satelit operasional bermisi komunikasi.

Untuk mempercepat terwujudnya satelit tersebut, LAPAN bekerja sama dengan PT Telkom. Selain itu, LAPAN juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kompetensi kedua pihak. Bagi LAPAN, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat risetnya.

Kepala LAPAN mengatakan, kerja sama dengan PT Telkom ini merupakan kegiatan keantariksaan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam undang-undang tersebut, disebutkan bahwa kegiatan keantariksaan meliputi sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi antariksa, peluncuran satelit, dan komersialisasi. Kerja sama dengan industri dan swasta merupakan bagian dari kegiatan komersialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa.

Antena yang diresmikan ini dapat menerima dua frekuensi yaitu S dan X band serta dapat melakukan transmisi pada frekuensi S-band. Fungsi antena tersebut yaitu untuk mengunduh data muatan satelit LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB berupa data gambar. Selain itu, antena ini juga dapat menerima data Automatic Identification System (AIS) yang berasal dari kapal-kapal laut di seluruh dunia. Selain itu, antena ini juga kompatibel untuk mengunduh data dari satelit milik luar negeri atau satelit yang bekerja pada frekuensi tersebut. Antena tersebut juga dirancang untuk dapat menerima dan mengirimkan data satelit LAPAN generasi selanjutnya.

Dengan hadirnya antena ini, operasi misi satelit LAPAN dan juga penerimaan data satelit lainnya dapat berjalan secara optimal. Hal ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan pencapaian kemandirian penguasaan teknologi di Indonesia.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL