Kompetensi Utama

Layanan


Diusulkan Dikelola Kemenristekdikti, Dana Riset Capai Rp 24,9 Triliun
Penulis : Heeryl • Media : kendaripos.co.id • 18 Apr 2018 • Dibaca : 1926 x ,

KENDARIPOS.CO.ID — Dana riset tahun ini mencapai Rp 24,9 triliun. Namun Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan dana riset itu tersebar di banyak kementerian dan lembaga. Dia ingin menjadikan pengelolaan dana riset itu terpusat atau disentralkan di Kemenristekdikti.

’’Saya sudah mohon ke Presiden Joko Widodo untuk disentralkan. Nanti dipegang Kemenristekdikti,’’ katanya saat memimpin sosialisasi Pengadaan Penelitian dalam Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Jakarta selasa (17/4). Dia mengatakan dengan terpencarnya anggaran riset itu, hasil yang dinikmati industri atau masyarakat menjadi sulit dipantau.

Melalui usulan skema yang baru, nantinya seluruh dana riset dipegang oleh Kemenrsitekdikti. Kemudian jika ada peneliti dari lembaga atau kementerian lain melakukan penelitian, mengajukan anggarannya ke Kemenristekdikti. Melalui cara ini, bisa diketahui adanya topik riset yang bertabrakan atau sejenis.

Selain itu melalui pengelolaan dana riset yang terpusat, bisa mengatasi persoalan kekurangan dana riset di beberapa lembaga. Nasir menjelaskan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini mengalami masalah kekurangan anggaran. Begitupula di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga mengalami kekurangan dana riset sebesar Rp 81 miliar.

Dalam kesempatan ini, Nasir juga menyampaikan saat ini pengucuran dana riset juga semakin fleksibel. Sebab bisa melalui skema tahun jamak atau multi years. Melalui Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa itu, penganggaran tahun jamak untuk proyek penelitian sekarang sudah memiliki payung hukum.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan ketentuan lebih teknis terkait anggaran riset tahun jamak, akan diatur dalam Permenristekdikti. Dia juga menjelaskan bahwa penelitian tidak tidak harus berhasil. Selama ini tidak ada yang menjamin sebuah riset itu berhasil seperti proposal yang ditawarkan. ’’Penelitian yang gagal itu sudah dilindungi. Ada aturannya,’’ katanya. (wan/jpg)




Sumber : http://kendaripos.co.id/2018/04/18/diusulkan-dikelola-kemenristekdikti-dana-riset-capai-rp-249-triliun/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL