Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Siap Dukung BNPB Tangani Bencana
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 19 Apr 2018 • Dibaca : 12300 x ,

Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer (kanan) menjelaskan mengenai SADEWA kepada Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB (kiri).

LAPAN melaksanakan sosialisasi pemanfaatan hasil penelitian dan perekayasaan dalam penanganan bencana. Sosialisasi yang diikuti oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut berlangsung di kantor LAPAN, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/4).

Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar produk hasil penelitian dan pengembangan LAPAN dapat dimanfaatkan oleh pengguna, dalam hal ini BNPB. Dengan demikian, produk LAPAN dapat termanfaatkan secara optimal untukkepentingan masyarakat. Afif berharap, nantinya sistem litbang LAPAN semuanya akan terkoneksi secara otomatis, sehingga pengguna akan lebih mudah untuk mengakses informasi terkait kebencanaan.

Dalam sosialisasi itu, Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Halimurrahman, memaparkan mengenai berbagai produk LAPAN seperti Satelitte Disaster Early Warning System (Sadewa) atau sistem peringatan dini berbasis satelit. Sistem ini merupakan prottipe produk litbang LAPAN berbasis penginderaan jauh dan model atmosfer. Pengembangan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana meteorologis.

Kepala Pusat Sains Antariksa, Clara Yono Yatini, juga memaparkan bahwa LAPAN melakukan pemantauan terkait cuaca antariksa dan sampah antariksa. Pemantauan cuaca antariksa ini untuk memberikan peringatan terkait efek cuaca antariksa terhadap teknologi yang digunakan manusia. Misalnya, saat terjadi badai matahari bisa saja mempengaruhi gelombang radio karena terganggu pemantulannya. Hal ini tentunya akan menggangu komunikasi dengan radio. Terkait benda jatuh antariksa, LAPAN memantau kemungkinan sampah antariksa jatuh ke Bumi.

Selain terkait dengan sains antariksa dan atmosfer, LAPAN juga mengembangkan perekayasaan yang sangat bermanfaat bagi penanganan bencana. Kepala Pusat Teknologi Penerbangan, Gunawan S. Prabowo, mengatakan bahwa saat ini LAPAN mengembangkan pesawat tanpa awak LSU dan LSA. Pesawat tanpa awak LAPAN tersebut mampu terbang dengan ketinggian hingga 2500 meter di atas permukaan bumi. Pesawat tersebut telah dimanfaatkan untuk pemantauan letusan gunung berapi, longsor, kerusakan lingkungan, banjir, dan kemaritiman. Data yang dihasilkan dari pesawat tanpa awak tersebut dapat pula berfungsi sebagai validasi data satelit.

Di bidang perekayasaan, LAPAN juga telah mengembangkan tiga satelit, yaitu LAPAN-A1/ LAPAN-Tubsat, LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI, dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB. Kepala Pusat Teknologi Satelit, Mujtahid, mengatakan satelit-satelit ini memiliki misi untuk pemantauan. Satelit LAPAN-A2 juga dilengkapi muatan dari Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) sehingga dapat digunakan untuk komunikasi. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk berkomunikasi dalam keadaan darurat saat alat komunikasi lainnya terputus. Satelit LAPAN juga dilengkapi Automatic Identification System (AIS) yang dapat mengidentifikasi kapal laut.

Di bidang penginderaan jauh, LAPAN melakukan penguatan Sistem Informasi Mitigasi Bencana (Simba). Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. Rokhis Khomarudin , mengatakan bahwa peran penginderaan jauh sangat signifikan untuk bencana dan penegakan hukum. Terdapat tujuh sistem informasi berbasis penginderaan jauh terkait bencana yang dimiliki LAPAN yaitu sistem peringkat bahaya kebakaran, pemantauan kondisi titik panas (hotspot), informasi potensi banjir, informasi potensi banjir dan kekeringan di wilayah pertanaman padi, informasi letusan gunung berapi, kabut asap kebakaran dan informasi bekas lahan terbakar, dan analisis kekeringan di wilayah Indonesia. 

Dalam mendukung data-data bencana berbasis penginderaan jauh, LAPAN juga memberikan dukungan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional. Saat ini LAPAN memiliki citra satelit dengan beragam resolusi dari yang rendah hingga sangat tinggi yang sangat bermanfaat dalam penanganan bencana. Bahkan, Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, Dedi Irawadi, mengatakan bahwa LAPAN juga sedang mengembangkan sistem penyajian data secara populer, cepat, dan aman. 

Seluruh litbang LAPAN tersebut siap dimanfaatkan untuk membantu dalam penanganan bencana. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernadus Wisnu Widjaja, mengatakan bahwa hasil litbang LAPAN sangat terkait dengan kinerja BNPB. Ia berkata, masih banyak permasalahan kebencanaan yang harus dicari jalan keluarnya. Contoh permasalahannya yaitu kebutuhan pesawat tanpa awak yang dapat terbang dengan ketinggian di atas 3500 meter dari permukaan Bumi. Di masa mendatang, Wisnu berhara sinergi antar instansi akan semakin kuat dalam riset masalah-masalah kebencanaan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL