Kompetensi Utama

Layanan


Jokowi Diminta Letakkan Batu Pertama Observatorium NTT
Penulis : Redaksi • Media : citypost.id • 04 May 2018 • Dibaca : 1754 x ,

Kupang, CityPost - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diundang untuk melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan fasilitas observatorium nasional milik Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) senilai Rp 500 miliar di Pegunungan Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Juni 2018.

"Peletakan batu pertama pembangunan observatorium nasional itu direncanakan berlangsung pada tanggal 5 Mei 2018, namun ditunda karena pemerintah daerah menginginkan agar kegiatan peletakan batu pertama pembangunan berskala nasional itu dilakukan Presiden Joko Widodo," kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki di Oelamasi, Kamis (3/5/18).

Ayub menuturkan, pihak LAPAN juga telah berdiskusi dengan Pemerintah Kupang terkait rencana pembangunan observatorium yang menelan anggaran senilai Rp 500 miliar di lokasi strategis kawasan Pegunungan Timau itu. Pemerintah Kabupaten Kupang telah menyiapkan lahan seluas 32 hektare di Pegunungan Timau, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, untuk mendukung proyek pembangunan observatorium nasional milik LAPAN itu.

"Kami sudah diskusikan agar kita undang Presiden Joko Widodo yang meletakkan peletakan batu pertama pembangunan observatorium nasional itu. Kami sangat bangga karena fasilitas vital milik negara itu dibangun di NTT, sehingga peletakan batu pertama harus dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan observatorium, Ayub berharap Jokowi juga melakukan panen perdana produksi garam di Bipolo, serta menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada masyarakat Kabupaten Kupang

"Kami juga akan meminta Presiden Joko Widodo menyerahkan kunci rumah bagi pegawai Pemkab Kupang yang belum memiliki rumah di Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang," imbuhnya.

Ayub menambahkan, pemerintah daerah juga sedang berkordinasi dengan Balai Jalan Nasional X Kupang untuk melakukan perbaikan jalan sehingga memudahkan mobilisasi peralatan dan kendaraan menuju Pegunungan Timau sebagai lokasi pembangunan observatorium nasional yang merupakan lokasi penganti Observatoirum Nasional Bosscha, Lembang-Bandung, Jawa Barat, yang dibangun pada 1923 zaman penjajahan Hindia Belanda. Namun saat ini kondisi obsevatorium Bosscha kurang memadai karena telah dipadati pemukiman penduduk. (red/ist)





Sumber : http://citypost.id/berita-jokowi-diminta-letakkan-batu-pertama-observatorium-ntt.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL