Kompetensi Utama

Layanan


Hilal Paling Ditunggu untuk Tentukan Awal Puasa 2018, Ternyata Ada Hilal Palsu yang Bisa Menipu Mata
Penulis : Royan Naimi • Media : Tribunnews.com • 14 May 2018 • Dibaca : 3803 x ,

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hilal adalah kata yang paling sering jadi perhatian tiap jelang awal Ramadhan atau akhir Ramadhan. Sebab, hilal adalah penentu awal puasa termasuk untuk awal Puasa 2018. Demikian pula saat akhir Ramadhan, jadi penentu awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Hilal adalah bulan sabit tipis yang jadi acuan penentuan awal bulan dalam kalender Islam, biasa menjadi penanda mulainya Ramadhan, termasuk Ramadhan 2018.

Sejumlah kalangan biasa menggelar pengamatan hilal dengan teleskop dari sejumlah daerah. Namun sebenarnya, bisakah hilal diamati dengan mata telanjang?

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadhan 1439 H. Rukyatul Hilal akan dilaksanakan besok hari Selasa (15/5/2018) pada 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia.

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1439H," terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) A Juraidi di Jakarta, Selasa (8/5/2018) seperti dikutip dari situs Kemenag.go.id.

Melihat hilal bukan hal mudah. Bukan hanya lantaran keterbatasan pandangan manusia tetapi juga kerap ada muncul hilal palsu hasil pencahayaan terhadap awan sehingga menyerupai hilal.

Lantas, bagaimana para ahli dan ulama yang biasa melakukan rukyah bisa membedakan mana hilal atau bentuk bulan yang pertama kali terbit itu palsu dan yang asli?

“Bisa ditentukan melalui bentuk dan posisi hilal itu sendiri ketika pertama kali tampak,” ujar Ustadz Rahman Helmi Msi, ahli astronomi atau ilmu hisab di hadapan jamaah Masjid Hasanuddin Madjedi, seperti dikutip dari Banjarmasinpost.co.id edisi Minggu (7/6/2015).

Menurutnya, hilal yang asli itu adalah bentuknya seperti huruf U dengan posisi menghadap titik matahari.

“Bukan sebaliknya seperti huruf N atau yang posisi miring. Jadi kalau bentuknya tidak seperti ini artinya hanya pandangan atau bentukan cahaya,” ujarnya.

Dikutip dari kompas.com edisi Jumat (26/5/2017), Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, terdapat beberapa persyaratan umum agar hilal dapat terlihat.

Pertama, posisi elongasi atau jarak bulan dan matahari minimal 6,4 derajat.

"Kedua, ketinggiannya minimal 3 derajat. Nah pada saat magrib nanti ketinggian sudah 8 derajat, jadi sudah cukup tinggi. Jadi berdasarkan kriteria visibilitas hilal ini mungkin untuk bisa dilihat dengan mata telanjang," kata Thomas saat dihubungi, Jumat (26/5/2017).

Meski demikian, hilal akan terlihat sangat redup. Cahaya senja juga menjadi salah satu faktor pengganggu.

Agar lebih jelas melihat hilal, Thomas menyarankan untuk menggunakan teleskop.

Beberapa teleskop telah dilengkapi dengan sistem komputerisasi. Dengan memasukkan posisi bulan, teleskop akan mengikuti jalannya bulan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pengamatan hilal, yakni pilihlah tempat tanpa penghalang arah pandang ke barat.

Kemudian, ikuti arah terbenamnya matahari. Titik terbenanmnya matahari menjadi acuan untuk mencari hilal. Sebab posisi hilal tidak jauh dari titik terbenamnya matahari.

"Ufuknya bisa terlihat dengan jelas, tidak terhalang oleh pepohonan, atau gedung. Untuk hilal awal Ramadhan, posisinya kira-kira di sebelah kiri atas posisi matahari terbenam," ucap Thomas.

Thomas menuturkan, LAPAN memiliki enam titik pengamat hilal di Indonesia. Antara lain di LAPAN Pasuruan mengamati hilal bersama Kementerian Agama dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tim pengamat hilal.

Tempat lain adalah di Yogyakarta. Hilal diamati bersama ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, BMKG, dan beberapa komunitas astronomi.

"Ada juga di Pontiananak bersama Kemenag, BMKG, dan komunitas astronomi. Ada di Padang, dan Tanjung Lesung. Umumnya di daerah pantai karena ufuk baratnya tidak terhalang," ujar Thomas. (kompas.com/banjarmasinpost.co.id/kemenag.go.id)








Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/05/14/hilal-paling-ditunggu-untuk-tentukan-awal-puasa-2018-ternyata-ada-hilal-palsu-yang-bisa-menipu-mata?page=2.










Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL