Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Prediksi Sebagian Daerah di Jawa Masuki Musim Kemarau
Penulis : Arie Nugraha • Media : Kumparan.com • 19 May 2018 • Dibaca : 1805 x ,

BANDUNG, bandungkiwari - Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN) mememprediksi bulan Mei 2018 terjadi penurunan curah hujan atau kemarau. 

Menurut Anggota Tim Variabilitas Iklim 2018 PSTA LAPAN Erma Yulihastin, penurunan curah hujan ini terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.

Erma mengatakan, adanya penurunan curah hujan tersebut berdampak sebagian daerah di pulau Jawa akan mengalami awal musim kemarau. Penyebabnya, kata dia, seiring konsistennya monsun Australia yang mempunyai sifat kering.

Sedangkan puncak musim kemarau di pulau Jawa akan terjadi pada Juni 2018. 

Namun, ada juga wilayah yang mengalami kenaikan curah hujan. Ini terjadi di bagian ekuator seperti Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian barat dan tengah serta di Papua.

Erma Yuhastin menyebutkan berdasarkan hasil prediksi Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM), konsistensi monsun Australia akan melemah pada September 2018 dan memasuki musim peralihan dimana terdapat peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia. 

Sebelumnya, kata dia, Tim Variabilitas Iklim 2018 PSTA LAPAN memprediksi curah hujan bulanan menggunakan CCAM dengan initial condition 1 April 2018, yaitu adanya penurunan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan pada April hingga Juli 2018.
Meskipun begitu, April 2018 di pulau Jawa masih akan terjadi hujan meskipun dengan intensitas yang berkurang dibandingkan Maret 2018. Curah hujan 1 Maret 2018, kata Erma, tersebar di sepanjang pesisir barat Sumatra, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat dan Selatan, Sulawesi Tengah dan sebagian besar wilayah Indonesia timur serta Papua Nugini. 

"Hal ini disebabkan oleh banyaknya awan konvektif di dasarian 1," kata Erma, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/5/2018).
Berdasarkan data Tim Variabilitas Iklim 2018 PSTA LAPAN, pada dasarian 2, curah hujan berpusat di Indonesia Timur, perairan sebelah tenggara Indonesia, Papua dan Papua Nugini. 

Pada dasarian ini, curah hujan di daerah tersebut melebihi curah hujan pada dasarian 1. Pada dasarian 3, curah hujan tinggi terdapat di perairan barat Sumatera, perairan antara Kalimantan dan Sulawesi. 

Namun, sebaran awan konvektif terlihat berkurang jika dibandingkan dengan dasarian sebelumnya dan tersebar di daerah ekuator. Hal ini selaras dengan pengamatan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang menjelaskan bahwa selama bulan Maret, MJO bergerak dari Samudera Hindia menuju Parairan Pasifik Barat. 

"Awal Maret MJO cukup kuat dan terus melemah saat berada di atas Indonesia hingga minggu ketiga bulan Maret," jelas Erma.
Lemahnya MJO saat berada di atas Indonesia menyebabkan pengaruhnya terhadap kondisi cuaca di Indonesia relatif kecil. 

MJO kembali meningkat saat berada di atas Samudera Hindia pada akhir Maret. Diperkirakan MJO terus menguat pada minggu pertama April dan kembali melemah hingga akhir April











Sumber : https://kumparan.com/bandungkiwari/lapan-prediksi-sebagian-daerah-di-jawa-masuki-musim-kemarau








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL