Kompetensi Utama

Layanan


Pembangunan Obsevatorium di Gunung Timau Kabupaten Kupang, NTT
Penulis : Beni selan/Yos Bataona • Media : http://www.faktahukumntt.com • 09 Jul 2018 • Dibaca : 1542 x ,

Oelmasi-(faktahukumntt.com), Tiga keluarga (Nonot Lotsiko, Tabais, Lopkoli) menyerahkan dokumen lahan untuk pembangunan obsevatorium di Gunung Timau Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang NTT (9/7/2018) yang disambut baik oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin.

Pada Kesempatan ini Thomas menyampaikan terima kasih kepada masyarakat adat yang menyerahkan tanah untuk pembangunan obsevatorium nasional gunung timau yang merupakan Obsevatorium yang terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu diharapkan pembangunan ini berdampak bagi kehidupan masyarakat Amfoang dan NTT yang lebih baik.

“Kami sangat menghargai pemberian ini yang pasti bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan dan khususnya demi generasi muda Amfoang yang lebih maju”, ungkap Thomas.

Ia menilai terpilihnya Amfoang, Kabupaten Kupang untuk pembangunan obsevatorium Nasional karena ada beberapa keunggulan. Dilihat dari segi cuaca, wilayah Amfoang khususnya di lereng Gunung Timau memiliki cuaca paling banyak malam cerah, paling banyak gelap dan jauh dari polusi cahaya. Ini sangat penting, karena galaksi yang berisi ratusan miliar bintang, abula, sangat redup. Ada bintang meledak dan yang tumbuh sangat menarik untuk di teliti.

“Saya minta masyarakat menjaga lingkungan amfoang tetap gelap. Sehingga bintang2, galaksi sangat mudah untuk dilihat. Beberapa kota besar mengalami gangguan tidur karena cahaya lampu sudah seperti cahaya siang. Anugrah ini harus dijaga”, ujar Thomas

Mengenai hal ini kami kolaborasi dengan kementerian pariiwisata dan dinas pariwisata untuk jadikan lokasi ini pusat pariwisata langit gelap. Dimana Amfoang punya ke khas-an pariwisata, oleh karena kegelapan langitnya. Untuk itu akan dibangun tempat wisata yang bernuansa lingkungan tetap gelap sehingga dapat melihat keindahan langitnya pada malam hari dan keindahan alam pada siang hari. “Orang kota susah melihat beberapa bintang, tapi ratusan bintang yang membentuk galaksi bimasakti bisa terlihat disini. Itulah taman nasional langit gelap” jelas Thomas.
Selain itu, Amfoang berada di belahan langit selatan, termasuk juga hanya ada di Australia, Amerika Selatan dan Afrika Selatan. Sedikit saja negara yang punya belahan langsit selatan maka akan datang para peneliti dari berbagai negara.

Berkaitan dengan hal ini kami minta kementerian PU PR memperbaiki jalan disini. Demi memudahkan wisatawan datang. Kami juga minta PLN untuk membangun jaringan listrik. Patut diketahui bahwa Taman nasional langit gelap bukan berarti listrik tidak masuk tapi dibatasi dengan baik, lampu jalan tidak mengarah kelangit tapi ke bawah satu arah.

Lanjut Thomas, akan dibangun fasilitas komunikasi data, pembangunan koneksi daerah, pusat operasional dan sains obsevatorium di Tilong yang dapat menjadi penghubung, antara obsevatorium dengan perguruan tinggi. Kami ingin agar pusat sains di tilong memberikan materi pembelajaran tentang sains, teknologi, enginering dan matematika guna mengejar penguasaan iptek yang lebih baik lagi. “Saya berharap siswa yang hadir disini menjadi pelaku perkembangan iptek di masa yang akan datang dan bisa menjalankan obsevatorium disini. Perlu dukungan dari semua pihak untuk membangun amfoang yang lebih baik agar menjadi bangsa yang lebih maju”, harap Thomas.

Staf Ahli Kemenristek Dikti, Agus Prasetiono dalam Sambutannya menyampaikan bahwa Obsevatorium ini harus terlaksana. Sehingga pemerintah terus menerus melakukan upaya-upaya untuk menyukseskannya.

Ia meyakini bahwa ada banyak manfaat dari obsevatorium. Secara ilmu pengetahuan, baik universitas, maupun tingkat SD sampai dengan SMA yakni sebagai tempat belajar dan mengembangkan diri. Selain itu juga bermanfaat secara ekonomi, yakni dampak dari pariwisata yang mendatangkan banyak wisatawan.

“Kita perlu menyiapkan diri, dengan membangun infrastruktur, PLN dan lain sebagainya yang dapat memberi kemudahan bagi peneliti yang akan berkunjung; perlu makan, perlu restoran, dan perlu penginapan. Obsevatorium juga bermanfaat secara Sosial di mana anak-anak bisa sekolah lebih tinggi. Untukan pembangunan ini ada banyak sekali kementerian yang dilibatkan agar proses pembangunan ini bisa selesai tepat waktu”, kata Agus Prasetiono.
Yakobus Taemnanu, salah satu tokoh masyarakat Amfoang menyampaikan terima kasih atas dimulainya pembangunan Obsevatorium di Amfoang. Ia Bersukur karena sudah 72 tahun Indonesia merdeka namun Amfoang masih terisolir dan saat ini akan berubah menjadi daerah yang ramai dikunjungi. Sebagai warga masyarakat Amfoang kami terima dengan lapang dada dan semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Semoga lewat obsevatorium ini akan ada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dan perbaikan sarana prasarana”, ujar Yakobus.

Menurut Bupati Kupang, Ayub Titu Eki pembangunan Obsevatorium ini yang pasti bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat yang lebih baik. Indonesia memang merdeka sudah 72 tahun namun arus komunikasi, transportasi di daerah ini sangat sulit. Dalam kondisi dan tantangan seperti itu, sebagai Bupati saya tetap bangga karena rasa nasionalisme masyarakat Amfoang sebagai warga negara RI tetap ada.

“Pada bulan Mei 2009, kami undang semua camat, kades untuk sama-sama buka jalan poros tengah. Namun rencana tersebut belum terealisasi. Pada tahun 2015 kita baru dapat pembangunan jalan poros tengah tersebut. Kita berharap pencanangan obsevatorium dapat membuka rauang pembangunan fisik berjalan lancar agar wajah Amfoang sebagai daerah tertinggal dapat berseri-seri”, ungkap Ayub.

“Saya heran ada empat kabupaten perbatasan yang ada di Provinsi NTT namun ternyata tidak dianggap sebagai kabupaten perbatasan. Mudah-mudahan dengan pembangunan obsevatorium di kabupaten kupang bisa membuat kabupaten Kupang tidak dianaktirikan”, tegas Ayub

Ayub menceritakan bahwa pada bulan Juli tahun 2017 lalu, anak-anak SMP yang kebetulan lewat sini dan saya tanya asal mereka dari mana ternyata mereka datang dari atas gunung untuk berdoa dengan harapan obsevatorium dapat dibangun.
“Saya bangga Presiden RI dan Kepala LAPAN telah memberikan hadiah yang besar bagi kita. Oleh karena itu diharapkan pembangunan ini dapat berjalan dengan baik. Memang Sebelumnya ada riak kecil namun dapat diselesaikan dengan baik, tantangan tidak selalu jadi hambatan. Kami menyerahkan tanah ini dari hati yang paling dalam demi kemajuan bersama. Kiranya peruntukan tanah ini bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama bagi masyarakat di Amfoang. Dan kami mendukung dalam bentuk kewaspadaan bersama untuk terus menjaga lokasi obsevatorium dan taman nasional langit gelap ini”, harap Ayub.

Kepada seluruh masyarakat di amfoang saya menghimbau agar di akhir agustus ini berusaha untuk berpikir bersama guna menjaga lokasi ini. Paling tidak bisa lestari sekitar 100 tahun atau lebih. Terima kasih untuk kepercayaan dan limpah terima kasih untuk memilih lokasi ini. Saya titip salam untuk Presiden RI, Bapak Ir. Jokowidodo dan Bapa Menteri. Pada hari Kami mendeklarasikan dukungan untuk bapak Presiden RI melanjutkan pembangunan di Periode Ke-dua.


Sumber: http://www.faktahukumntt.com/2018/07/09/pembangunan-obsevatorium-di-gunungtimau-kabupaten-kupang-ntt/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL