Kompetensi Utama

Layanan


Cuaca Panas dan Rawan Karhutla, Warga Banjarbaru Diimbau Tak Ajak Balita Keluar Rumah
Penulis : Milna Sari • Media : http://banjarmasin.tribunnews.com • 24 Jul 2018 • Dibaca : 5350 x ,

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penderita ISPA di Kota Banjarbaru belum ada peningkatan meskipun sejak Mei lalu sudah ditetapkan status siaga Karhutla. Seperti diketahui Kota Banjarbaru adalah salah satu daerah rawan bencana asap di Kalsel.

Beberapa titik di Banjarbaru maupun daerah terdekat dengan Banjarbaru sering menjadi langganan Karhutla.

Kawasan Guntung Manggis misalnya, selama siaga Karhutla tahun ini kebakaran lahan sudah beberapa kali terjadi. Mulai dari api yang bisa dipadamkan hingga yang tak bisa dikuasai lantaran api menjauh masuk ke dalam hutan.

Selain itu Karhutla juga sempat terjadi di wilayah Guntung Payung Landasan Ulin. Berdekatan, wilayah Bati-bati yang berbatasan dengan Lianganggang juga tak luput dari Karhutla setiap tahunnya.

Namun penderita gangguan pernafasan ISPA bagi usia di atas lima tahun menurun. Berdasarkan data dinkes Kota Banjarbaru gangguan pernafasan atau ISPA di Banjarbaru tiga bulan terakhir yaitu April diketahui ada 2844 kasus, sementara Mei 2171 kasus dan Juni 1386 kasus.

Berbeda dengan gangguan pernafasan pada anak dibawah lima tahun. Pada April lalu diketahui ada 95 kasus. Sedangkan pada Mei ada 85 kasus dan Juni ada 62 kasus.

Kasi P2PM Dinkes Kota Banjarbaru, Rita Fitriani mengatakan belum ada lonjakan penderita gangguan pernapasan selama siaga Karhutla tahun ini. Hal itu dikarenakan kualitas udara selama ini tergolong masih baik.
Selain itu meski masuk musim kemarau, hujan masih bisa turun beberapa kali dalam seminggu sehingga kasus ISPA tak meningkat.

Jika terjadi bencana asap maka seharusnya ujar Rita terjadi kenaikan angka gangguan pernapasan pada balita. Hal itu dikarenakan saat terjadi pencemaran udara maka balita lah yang paling rentan mengalami gangguan pernapasan.

"Kita sadar akan bencana asap yang biasa terjadj saat siaga Karhutla di Kalsel, dari itu kita juga sudah mengimbau ke masyarakat agar tidak perlu terlalu sering membawa anak keluar saat panas terik, dan usahakan jika terjadi kabut balita tak dibawa keluar dari rumah," jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (24/07/2018).

Tiga tahun ini sebutnya Karhutla di Banjarbaru tidak separah di 2015 lalu. Namun tetap perlu sosialisasi kepada warfa agar berhati-hati terhadap ancaman cuaca panas dan bencana asap.

"Sudah kita imbau ke warga," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sementara dari laporan BPBD kalsel, jumlah titik hotspot di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tingkat kepercayaan lebih dari 75 persen dari bulan Mei - Juli 2018 berjumlah 33 titik hotspot. "Itu dirangkuim dari satelit LAPAN & SIPONGI," kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin Noor.



Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/07/24/cuaca-panas-dan-rawan-karhutla-warga-diimbau-tak-ajak-balita-keluar-rumah








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL