Kompetensi Utama

Layanan


SIPTEKGAN XXII : Iptek Penerbangan dan Antariksa Untuk Kemandirian Bangsa
Penulis Berita : Humas/Rz • Fotografer : Humas/Rz • 25 Jul 2018 • Dibaca : 3810 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin memberi sambutan sekaligus membuka acara SIPTEKGAN XXII

Pentingnya membangun sinergi antara para peneliti,perekeyasa, akademisi dan industri diperlukan guna mengembangkan IPTEK Penerbangan dan Antariksa yang ada di Indonesia, untuk itulah LAPAN kembali menyelenggarakan Seminar Nasional IPTEK Penerbangan dan Antariksa (SIPTEKGAN) ke 22 di Graha Widya Bhakti Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan (24/07). Tema SIPTEKGAN ke 22 tahun ini adalah Iptek Penerbangan dan Antariksa Untuk Kemandirian Bangsa.

Dalam laporannya Kosim Abdurohman, selaku ketua SIPTEKGAN menyampaikan seminar tahun ini akan menyajikan 39 makalah yang berasal dari LAPAN, LIPI, perguruan tinggi dan Dislitbang TNI AU. Sebanyak 12 makalah akan dipresentasikan dan 27 makalah lainnya disajikan dalam bentuk poster.

“SIPTEKGAN merupakan wadah untuk berbagi gagasan dan bertukar informasi mengenai perkembangan IPTEK Penerbangan dan Antariksa sehingga produk publikasi dan hasil litbang di Indonesia semakin meningkat setiap tahun”. Hal ini disampaikan Kepala LAPAN, Prof Thomas saat membuka acara, ia juga menjelaskan bahwa “ Dalam Renstra 2015-2019 LAPAN telah mencanangkan diri sebagai pusat unggulan IPTEK penerbangan dan antariksa, untuk itulah perlu adanya kemampuan unit kerja teknis menjadi pusat unggulan IPTEK berdasarkan program utama LAPAN yang telah ditetapkan”, jelasnya.

LAPAN saat ini telah memiliki 3 satuan kerja yang telah ditetapkan oleh Kemeristekditi sebagai Pusat Unggulan IPTEK yakni Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekdata) dan Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja).

Amanat undang-undang keantariksaan no. 21 Tahun 2013 menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan kegiatan keantariksaan, LAPAN sebagai lembaga litbang pemerintah terus berupaya mendorong partisipasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia.

Seminar ini diawali oleh pembicara utama pakar sistem elektrik ruang angkasa ,Prof Wahyu Widada yang dalam presentasinya membahas mengenai pengembangan sistem tracking roket di Indonesia yang terkendala dengan adanya regulasi dari Coordinating Committee For Multilateral Export Control ( CoCom) dan Missile Technology Control Regime (MTCR). Namun menurutnya, kendala itu dapat diselesaikan dengan pengembangan sistem berbasis analog dan digital radio untuk berbagai aplikasi penerbangan dan antariksa.

Pembicara utama selanjutnya, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Dr Heri Hermansyah menjelaskan pentingnya publikasi jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan pengembangan di bidang IPTEK Penerbangan dan Antariksa di Indonesia. “Publikasi hasil litbang tersebut haruslah terindex secara internasional seperti scoupus”, imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Perguruan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan BAPPENAS, Amich Alhumami menyampaikan IPTEK keantariksaan haruslah memiliki multi kepentingan yakni kepentingan sipil untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui pemetaan potensi sumber daya alam strategis untuk mewujudkan kesejateraan, kepentingan milter untuk meningkatan kemampuan dan system pertahanan dan keamanan negara, dan kepentingan politik untuk menjaga keutuhan wilayah mempertahankan integrasi nasioan dan menegakan kedaulatan NKRI.

Seminar ini dilanjutkan dengan presentasi makalah , diskusi dan tanya jawab. Seluruh makalah yang masuk tetap akan mengikuti proses review sebelum dicetak dalam bentuk prosiding.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL