Kompetensi Utama

Layanan


Fakta Menarik Jelang Gerhana Bulan Total Terlama
Penulis : Agus Tri Haryanto • Media : inet.detik.com • 25 Jul 2018 • Dibaca : 1786 x ,

Jakarta - Pada tanggal 28 Juli atau 3 hari lagi, beberapa wilayah Indonesia dipastikan akan kebagian pemandangan gerhana bulan total yang istimewa. Istimewa karena fenomena alam yang terjadi akhir pekan ini merupakan yang terlama di abad 21.

Gerhana Bulan Total kali ini akan berlangsung pada tanggal 28 Juli dini hari. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan peristiwa itu terjadi pukul 01.24 - 05.19 WIB. Sedangkan, fase total terjadi pada pukul 02.30 - 04.13 WIB atau berlangsung satu jam 43 menit.

Bila dibandingkan dengan gerhana bulan total yang juga terjadi di bulan Januari kemarin dengan bulan ini, maka fenomena pada 28 Juli itu lebih lama 27 menit.
Fase total yang mencapai satu jam 43 menit tersebut yang membuat Gerhana Bulan Total nanti masuk kategori terlama di abad 21.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan Gerhana Bulan serupa baru bisa dilihat di Indonesia pada tanggal 26 Mei 2021. Artinya, butuh waktu kurang lebih tiga tahun untuk menanti kembali menyaksikan pertunjukan alam di malam hari tersebut.

Sedangkan, mengenai wilayah yang dapat menyaksikan gerhana bulan total terlama ini, pihak LAPAN menyebutkan bahwa seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikannya secara langsung. Keistimewaan tersebut tentunya dengan dukungan cuaca cerah.

Dilengkapi Penampakan Mars

Gerhana Bulan total terlama di abad 21 tersebut yang bisa disaksikan di berbagai negara, rupanya bukan menjadi satu-satunya fenomena langit yang terjadi pada bulan ini. Seakan tak mau kalah, Mars juga ingin unjuk gigi dengan berada di antara Bumi dan Matahari pada akhir Juli nanti.

Menariknya, fenomena bernama opposition tersebut, biasanya muncul setiap 26 bulan sekali, juga terjadi pada hari yang sama dengan gerhana Bulan terlama abad 21, yaitu pada 28 Juli dini hari. Nantinya, Mars diprediksi akan tampak lima kali lebih terang dari biasanya.

Saking terangnya Mars pada saat kejadian itu, planet tersebut diperkiran bisa lebih cerah dari pada Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya tersebut diketahui merupakan yang paling terang kedua setelah Venus di langit Bumi.

Bukan hanya fenomena opposition saja yang akan dihadirkan oleh Mars. Kejadian tersebut akan ditambah saat Mars berada di titik terdekatnya dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir.

Dalam fenomena yang disebut dengan perihelic opposition tersebut, Planet Merah itu akan berada pada jarak sekitar 57,6 juta kilometer dari Bumi. Sebelumnya, pada 2003 lalu, jarak antara Mars dan Bumi sempat berada di angka 55,8 juta kilometer.
Sebagai perbandingan, jarak rata-rata antara Bumi dengan Mars berada di kisaran 225 juta kilometer. Sedangkan jarak terjauh antara kedua planet tersebut dapat mencapai 400 juta kilometer.

Sekadar informasi, rekor yang terjadi pada 2003 lalu sebagai titik terdekat Mars dengan Bumi dalam 6.000 terakhir diperkirakan mampu bertahan hingga 28 Agustus 2287. Pada saat itu, Planet Merah akan berada pada jarak 55,6 juta kilometer dari Planet Biru


Sumber: https://inet.detik.com/science/d-4132283/fakta-menarik-jelang-gerhana-bulan-total-terlama








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL