Kompetensi Utama

Layanan


Muhammadiyah Imbau Warga Salat Gerhana dan Mengamati Bulan
Penulis : Redaksi • Media : teras.id • 25 Jul 2018 • Dibaca : 2212 x ,

TEMPO.CO, Surabaya - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengimbau kepada warga untuk melaksanakan salat gerhana saat terjadi gerhana bulan total pada Sabtu, 28 Juli 2018. Imbauan ini dikuatkan oleh Majelis Tarjih dan Tajid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui maklumat nomor No 02/MLM/L1/2018 tertanggal 21 Juli 2018.

"Kami imbau warga Muhammadiyah melaksanakan salat gerhana saat terjadi gerhana bulan," ujar Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid di Surabaya, Rabu, 25 Juli 2018.

Dalam maklumat Muhammadiyah dijelaskan secara rinci fenomena gerhana sebagian pada pukul 01.24 WIB, disusul gerhana total terjadi mulai pada pukul 02.30 WIB. Kemudian, puncak gerhana total pada pukul 03.22 WIB, lalu gerhana bulan berakhir pada pukul 04.13 WIB, serta gerhana sebagian berakhir pukul 05.19 WIB.

Selain salat gerhana, dalam maklumat juga disebutkan warga dipersilakan melakukan pengamatan gerhana bulan menggunakan sarana yang dimiliki. "Setelah salat, dipersilakan mengamati gerhana bulan, mulai gerhana bulan sebagian hingga gerhana bulan total," kata Nadjib Hamid.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN menyatakan bahwa gerhana bulan total atau super blood moon pada 28 Juli 2018 sebagai terlama yang terjadi dalam waktu 100 tahun sekali.

Kepala Bidang Diseminasi Lapan, Emanuel Sungging, mengatakan gerhana tersebut sebagai terlama atau akan terjadi lagi pada 2100 dengan posisi bulan di tengah-tengah bayangan bumi. Peristiwa itu ketika bumi sejajar di antara bulan dan matahari.

Emanuel menuturkan gerhana bulan merah darah terjadi mulai pukul 01.25 hingga 05.19 WIB dengan gerhana total pada pukul 02.30 hingga 04.13 WIB, sedangkan puncak gerhana bulan total pada pukul 03.21 WIB.

Tidak seperti gerhana Matahari, kata dia, gerhana bulan aman untuk disaksikan dengan mata secara langsung. Pada waktu yang sama, terjadi fenomena oposisi Planet Mars, di mana planet itu dan bumi berada di jarak terdekat sehingga akan tampak seperti bintang kemerahan paling terang di antara bintang-bintang lainnya.

Berdasarkan catatan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) tahun ini gerhana bulan total juga terjadi pada 31 Januari lalu. Gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Ini salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.







Sumber : https://www.teras.id/news/pat-2/83393/muhammadiyah-imbau-warga-salat-gerhana-dan-mengamati-bulan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL