Kompetensi Utama

Layanan


Ini Mengapa Gerhana Bulan Total Terlama Terjadi di Abad 21
Penulis : Vidyandini Agivonia • Media : m.akurat.co • 29 Jul 2018 • Dibaca : 5073 x ,

AKURAT.CO, Kemarin malam, Sabtu (28/7) fenomena alam Gerhana Bulan Total (GBT) telah terjadi. Fenomena ini menjadi GBT yang terlama di abad 21.

Dengan mata telanjang, bulan purnama yang biasanya bersinar putih cemerlang tampak meredup, berganti warna menjadi oranye kemerahan. Dan redupnya cahaya sang rembulan tersebut justru tampak luar biasa setelah tertangkap kamera.

Saat bulan tampak meredup di atas sana, Planet Mars yang berada di sisi kiri satelit alami bumi justru terlihat merah cemerlang.
Kepala Bidang Diseminasi LAPAN Emanuel Sungging mengatakan fenomena oposisi Planet Mars berada pada jarak terdekat ke bumi membuat planet ini tampak seperti bintang kemerahan paling terang di antara bintang-bintang lainnya.

Berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana bulan total (U1) pada Sabtu (28/7), mulai terjadi pada pukul 02.30 WIB. Gerhana bulan total selesai (U3) pada pukul 04.13 WIB.

Sedikit demi sedikit bayangan gelap Bumi meninggalkan permukaan Bulan, dan sinar cemerlang purnama pun perlahan mulai terlihat. Dengan mata telanjang, Bulan secara perlahan tampak seperti sabit saat sebagian bayangan Bumi menutupinya.

Sampai akhirnya Bulan benar-benar terlepas dari bayang-bayang Bumi dan kembali purnama pada pukul 06.28 WIB. Saat itu gerhana bulan dengan durasi terlama di abad 21 yang memakan waktu satu jam 43 menit (103 menit) ini pun usai.

Gerhana Bulan Mikro Gerhana Bulan Total pada 28 Juli 2018 merupakan yang terakhir yang dapat diamati pada tahun ini. Ilmuwan antariksa menyebut gerhana bulan total kali ini istimewa karena menjadi yang terlama di abad 21.

GBT dengan fase totalitas lebih lama lagi, yakni 106 menit akan terjadi pada 9 Juni 2123, itu pun tidak bisa teramati dari Indonesia. Warga Nusantara baru bisa mengamati bulan darah berdurasi 106 menit pada 19 Juni 2141.

Kenapa gerhana bulan total menjadi lebih lama? Hal ini dapat disebabkan karena lintasan Bulan hampir mendekati garis tengah lingkaran bayangan gelap (umbra) Bumi pada saat itu. Sehingga Bulan akan berada dalam bayangan tersebut dalam waktu yang relatif lebih lama.

Selain itu, jarak Bumi dengan Bulan juga berpengaruh. Lintasan Bulan mengelilingi Bumi tidaklah lingkaran sempurna, tetapi berbentuk sedikit lonjong.

Sehingga ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi dan ada kalanya berada lebih jauh dari Bumi.

Pada 27 Juli hingga 28 Juli 2018, Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apoge). Hal ini menyebabkan Bulan akan terlihat sedikit lebih kecil bila diamati dari Bumi dan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk melewati bayangan gelap Bumi tersebut.

Untuk faktor yang kedua inilah gerhana bulan total yang terjadi ketika Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi disebut sebagai gerhana bulan mikro (micro moon).

Kondisi ini sangat berbeda dengan GBT pada 31 Januari 2018, di mana jarak Bulan ke Bumi berada pada posisi terdekat (perigee). Saat itu, gerhana bulan kedua di bulan Januari terjadi dan tampak 14 persen lebih besar serta 30 persen lebih terang dari biasanya.


Sumber: https://m.akurat.co/id-264557-read-ini-mengapa-gerhana-bulan-total-terlama-terjadi-di-abad-21








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL