Kompetensi Utama

Layanan


Perbanyak Investasi di Iptek
Penulis : eko • Media : koran-jakarta.com • 31 Jul 2018 • Dibaca : 1372 x ,

JAKARTA - Indonesia perlu lebih banyak berinvestasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Salah satu tantangan besar Indonesia adalah keluar dari kelompok negara berpendapatan menengah.

“Agar terbebas dari middle income trap, Indonesia harus mengembangkan basis data yang berasal dari riset dan pengembangan teknologi untuk menunjang kehidupan masyarakatnya,” kata Direktur dan Perwakilan UNESCO Jakarta, Shahbaz Khan dalam Pertemuan Koordinasi Strategis Regional UNESCO bertajuk “Sains untuk Memampukan dan Memberdayakan Asia Pasifik bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”, di Jakarta, Senin (30/7).

Menurutnya, Indonesia perlu berinvestasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama anak-anak mudanya, agar mereka lebih bersemangat mengembangkan teknologi informasi dan sistem daring. Indonesia tertinggal jauh dari Korea Selatan sebagai negara yang menempati peringkat pertama dalam hal investasi terhadap riset dan pengembangan, berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics.

Dengan 6.856 periset setiap satu juta penduduk, Korea menggunakan 4,3 persen PDB atau sebesar 73 miliar dollar AS untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara Indonesia hanya memiliki 89 periset setiap satu juta penduduk, dengan 0,1 persen PDB atau senilai dua miliar dollar AS digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fakta ini, menurut Khan, menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih mendorong bidang riset dan pengembangan dan mengoptimalkan peran universitas juga institusi seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, dalam kaitannya dengan pencapaian SDGs.

Pelestarian lingkungan, pengelolaan air bersih, penyediaan lapangan kerja, dan manajemen risiko bencana adalah beberapa upaya yang dapat ditingkatkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sependapat dengan Khan, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman, mengatakan bahwa Indonesia sedang “bekerja keras” untuk meletakkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menunjang SDGs.

Ilmuwan, hampir di seluruh bidang, seharusnya tidak terpisah dari realitas yang ada dan mau menggunakan ilmunya untuk kepentingan bangsa, bahkan masyarakat dunia. Hasil-hasil penelitian dan pengembangan teknologi, menurut Arief, seharusnya disampaikan kepada DPR dan pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan agar lebih tepat sasaran.


Sumber: http://www.koran-jakarta.com/perbanyak-investasi-di-iptek/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL