Kompetensi Utama

Layanan


HASIL LAB POSITIF TERCEMAR
Penulis : Redaksi • Media : korankaltim.com • 31 Jul 2018 • Dibaca : 5301 x ,

BALIKPAPAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan akan mengambil
langkah hukum terkait pencemaran Teluk Balikpapan yang kembali terjadi sepekan lalu.
Terlebih sampel minyak itu telah diteliti di laboratorium dan hasilnya terbukti terjadi
pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak mentah.
Kepala DLH Balikpapan Suryanto mengatakan, langkah hukum harus diambil karena
pencemaran perairan teluk berkali-kali terjadi sehingga harus ada pihak yang
bertanggung jawab.
“Kita nggak mau Teluk Balikpapan ini sudah diserang minyak yang besar, diserang lagi
yang kecil berkali-kali. Lama-lama nanti rusak juga,” kata Suryanto, Senin (30/7).
Sehingga adanya upaya hukum itu untuk memberikan efek jera bagi pihak yang
bertanggung jawab maupun bagi yang beraktivitas di Teluk Balikpapan. “Sampel sudah
diuji baik oleh Penegakan Hukum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(Gakkum KLHK) maupun oleh DLH sendiri,” ujarnya.
Hasil sampel yang diuji Gakkum KLHK dan DLH akan menjadi acuan untuk proses
selanjutnya. “Kalau hasil DLH, spesifik gravitasi minyak itu antara 0,9 sampai 1,0.
Sedangkan kepekatan dan berat jenis minyak itu ada lima kriteria,” ucapnya.
Lima kriteria yang dimaksud mantan Kepala Bappeda ini, mulai dari ringan, sedang, berat
sampai ke sangat berat sekali. “Nah, minyak ini masuk ke kriteria berat sekali,” sebutnya.
Sehingga dipastikan minyak yang mencemari hingga ke pesisir Pantai Melawai
merupakan minyak mentah atau crude oil. Namun berbeda dengan jenis minyak yang
biasa diolah oleh Pertamina.
“Yang dimasak Pertamina itu spesifiknya 0,8 dan yang ditemukan tempo hari poinnya 0,9.
Tapi ini, sekali lagi, hanya untuk pembanding. Sumbernya belum diketahui,” ungkapnya.
DLH tetap menanti hasil penelitian dari Gakkum KLHK. “Pertamina juga diperiksa, tapi
untuk asal muasalnya paling akurat bisa diketahui melalui citra satelit,” tambahnya.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), kata Suryanto, juga telah ke
Balikpapan meski untuk mendelineasi kondisi cemaran minyak yang terjadi pada 31 Maret
lalu. Meski DLH juga meminta agar Lapan meneliti tumpahan minyak yang terjadi pada
Jumat dan Senin lalu.
“Kami minta juga dikirimkan yang baru-baru kemarin agar bisa diketahui sumber
minyaknya. Mudah-mudahan ada pentunjuk mengarah ke satu kapal atau apa gitu,
supaya kita bisa menjurus ke sana,” harapnya.
Jumat, 20 Juli lalu, Pantai Melawai dicemari minyak berwarna hitam pekat dan
menimbulkan aroma menyengat. Pihak Pertamina langsung melakukan proses
pembersihan di kawasan tersebut.
Namun, Senin 23 Juli, cemaran minyak kembali terjadi. Bahkan dengan volume yang
lebih besar. Hanya saja hingga kini, sumber dari minyak mentah itu masih misterius.


Sumber: https://korankaltim.com/edisi-cetak-hari-ini/read/18068/hasil-lab-positif-tercemar








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL