Kompetensi Utama

Layanan


Demi langit cerah, LAPAN kampanye malam tanpa lampu
Penulis : Ivan JDD • Media : beritagar.id • 06 Aug 2018 • Dibaca : 1566 x ,

Bertepatan dengan Hari Keantariksaan pada Senin (6/8/2018), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengajak masyarakat untuk mematikan lampu selama satu jam pada malam hari guna mengurangi polusi cahaya.

Hari Keantariksaan ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan pada 6 Agustus 2013.

Lalu mulai 2016, LAPAN mulai mengampanyekan Malam Langit Gelap guna mengajak masyarakat mengurangi polusi cahaya sekaligus emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin melalui akun Twitternya (4/8) mengajak masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam yang minim polusi dengan mamatikan lampu.

Lebih lanjut, dalam perbincangan via WhatsApp dengan Beritagar.id, Senin (6/8), ia mengatakan bahwa malam ini seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat hamparan benda antariksa berpijar di langit yang sangat luas dan juga bintang jatuh.

Pada malam nanti, jelasnya, akan nampak Galaksi Bima Sakti dengan ratusan miliar bintang membentang dari utara ke selatan. Kemudian, rasi Angsa atau Cygnus di langit utara dengan Segitiga Musim Panas atau Summer Triangle berupa tiga bintang terang di sekitar Rasi Angsa; Vega, Deneb, dan Altair.

Sementara di langit selatan, terlihat rasi Layang-Layang atau Salib Selatan yang biasa digunakan sebagai penunjuk arah selatan. Demikian juga rasi Kalajengking (Scorpio) dengan bintang terang Antares persis di atas kepala, serta beberapa hujan meteor.

Alasan lain dari kampanye tersebut, terang Thomas, agar masyarakat bisa melihat dan merasakan sendiri perbedaan antara pandangan yang ditutup polusi cahaya dengan pandangan terang hanya oleh cahaya bintang.

Polusi cahaya, menurutnya, menyebabkan masyarakat--terutama di perkotaan--sulit untuk bisa melihat keindahan bintang-bintang di angkasa. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam program Malam Langit Gelap akan semakin nyata kehadiran benda antariksa itu di langit.

Menurut penelitian, selain menghilangkan keindahan langit, polusi cahaya dalam kondisi yang parah juga berdampak pada gangguan tidur warga kota. Polusi cahaya juga memicu perubahan paling merusak pada hewan malam (nokturnal); serta organisme lain seperti imigrasi burung, penetasan penyu laut, dan serangga.

Thomas mengimbau agar masyarakat membatasi penggunaan lampu luar (lampu jalan, lampu taman, dan lampu reklame). Kalau pun diperlukan ada lampu luar, upayakan mengarah ke bawah agar sinarnya tidak terpancar ke atas.

"Beberapa tahun lalu pada suatu malam di AS ada gangguan listrik yang membuat semua listrik di wilayah tersebut padam. Dari kejadian ini justru banyak masyarakat yang tercengang saat melihat langit penuh bintang yang sebelumnya dikalahkan oleh cahaya lampu," tutur Thomas menjelaskan.

Terkait hari tersebut, LAPAN juga menggelar acara peneropongan bintang di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut gratis tidak dikenakan biaya.

"Kami juga membuat kubah planetarium mini untuk pemutaran film tentang antariksa," kata panitia acara dari Lapan, Agustinus Gunawan Admiranto, dikutip Tempo.co (6/8).

Publik yang berminat bisa hadir langsung ke Gedung Sate. Acara pertama adalah pemutaran film tentang antariksa di planetarium mini yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai 16.30-18.00 WIB.

Durasi film berkisar 30 menit. Namun, masyarakat harus mendaftar lebih dulu karena kapasitas ruang terbatas. Daya tampungnya hanya berkisar 15-20 orang.

"Planetarium mini itu berada di dalam Gedung Sate," kata Gunawan.




Sumber : https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/demi-langit-cerah-lapan-kampanye-malam-tanpa-lampu-selama-1-jam








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL