Kompetensi Utama

Layanan


Fisip Unair Desain Kurikulum Untuk Memuat Bidang Antariksa
Penulis : Sulvi Soviana • Media : tribunnews.com • 06 Aug 2018 • Dibaca : 7050 x ,

SURYA.co.id | SURABAYA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) sedang merencanakan desain kurikulum dengan memasukkan bidang antariksa.

Dekan FISIP, Falih Suaedi mengungkapkan desain kurikulum ini akan diterapkan pada program studi Hubungan Internasional. Sebab menurutnya sudah saatnya HI yang juga mempelajari diplomasi mampu mengkaji tentang wilayah indonesia di bagian udara.

"Kami akan desain kurikulum agar bisa care dengan antariksa ini. Di laut,Indonesia berhasil menyatukan wilayahnya dengan unclose atau adanya deklarasi Juanda. Di udara ini belum ada kebijakannya,"urainya dalam pembukaan Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa di Unair kampus C, Senin (6/7/2018).

Menurutnya, desain kurikulum ini bisa dikemas sebagai mata kuliah tambahan ataupun sebagai peminatan mahasiswa. Hal ini juga akan didukung dengan kuliah tamu dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

"Teman dari LAPAN bisa jadi dosen luar biasa untuk memperkuat mahasiswa yang tertarik antariksa. Karena seorang diplomat juga belum banyak yang punya perspektif pentingnya wilayah udara itu jadi perlu dipupuk dari pendidikan HI,"lanjutnya.

Menurutnya, teknologi LAPAN juga bisa mengawasi batas dan keamanan Indonesia dari berbagai wilayah dari pengamatan Antariksa. Jadi pemahaman Antariksa tidak harus identik dengan astronomi, tetapi juga kebijakannya.

"Jangan biarkan LAPAN bergerak sendiri harus kerjasama dengan perguruan tinggi,"pungkasnya.

Sementara itu, kepala LAPAN, Prof Thomas Djamaluddin mengungkapkan, seminar nasional ini dimaksudkan untuk menambah kajian kebijakan untuk rencana induk keantariksaan.

"Indonesia saat ini sudah dianggap sebagai negara yang berkembang dalam teknologi antariksa. Saya sering mewakili negara berkembang dalam konteks teknologi antariksa dengan segala keterbatasan anggaran,"urainya.

Untuk itu LAPAN perlu terus meningkatkan kerjasama agar bisa mencapai rencana jangka panjangnya.

Saat ini LAPAN telah mencapai tujuannya terkait sains antariksa, penyelenggaraan perindraan jauh, penguasan roket, dan penguasan teknologi satelit hingga sudah membuat tiga satelit.

Hanya saja, lanjutnya, terkait peluncuran, pembentukan badan antariksa dan komersialisasi antariksa belum terwujud.

Untuk mewujudkannya diperlukan SDM dan sarana prasarana yang ditargetkan bisa terpenuhi pada 2040.

Sehingga ia memulai melakukan penguatan Sumber Daya Manusia dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi.

"Masalah kami, LAPAN sebagai organisasi pemerintah untuk memenuhi SDM tergantung pada rekrutmen PNS. Kebutuhannya ratusan pegawai yang akan dilengkapi berkala, tahun lalu kami mendapat 99 pegawai baru. Tahun ini juga kami mendapat pasokan pegawai baru,"urainya.

Sementara untuk sarana prasarana berupa bandara antariksa butuh dana yang belum dihitung mendetail karena kebutuhannya yang persar.

"Yang pasti butuh kerjasama. Posisi bandara ini akan strategis di sekitar equator, jadi target kami 2040 akan selesai di Indonesia bisa menggandeng negara lain,"pungkasnya.





















Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/06/fisip-unair-desain-kurikulum-untuk-memuat-bidang-antariksa?page=2.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL