Kompetensi Utama

Layanan


Kalbar Dikepung 348 Hotspot
Penulis : Redaksi • Media : www.pontianakpost.co.id • 13 Aug 2018 • Dibaca : 5275 x ,

PONTIANAK—Kebakaran lahan dan hutan masih mendera banyak wilayah di Kalbar beberapa hari belakangan. Masyarakat bahkan ada yang dibuat mengungsi karena kabut akibat kebakaran terlampau pekat. Berdasarkan Pengolahan Data LAPAN Fire Hot Spot untuk memantau titik panas diakibatkan kebakaran hutan/lahan di Indonesia secara real time dari data satelit penginderaan jauh terra/MODIS, Aqua/MODIS dan SNPP/VIISR yang diterima stasiun Bumi Lapan dan Rumpin Jawa diolah dengan metode MODIS active fire product (MOD14) wilayah 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat tengah didera 318 titik panas. 

Padahal sehari sebelumnya jumlah titik panas sempat menyentuh angka 466 hotspot. “Berdasarkan data LAPAN terpantau sekitar 466 titik api setelah hujan es turun. Hari ini (kemarin) pada angka 300 lebih titik panas,” kata Sutikno Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Minggu (12/8).

BMKG Supadio Pontianak merealese bahwa sebaran hot spot berdasarkan pengolahan data LAPAN tanggal 11-12 Agustus pukul 07.00 Wib, wilayah Kalbar terpapar sebanyak 348 titik panas. Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Ketapang, dan Kabupaten Kubu Raya terpantau sebagai penyumbang titik panas terbanyak. ”Kabupaten Kapuas Hulu terpapar sekitar 72 titik panas, Ketapang 54, dan Kabupaten Sintang sekitar 47 titik panas,” ungkap Sutikno.

Menurutnya kondisi cuaca berdasarkan 8 stasiun Pengamatan Cuaca memperlihatkan bahwa arah angin dominan bergerak dari arah timur laut- barat daya. Suhu udara maksimum tertinggi mencapai 36,2 derajat celcius berada di wilayah Kota Pontianak. Sementara suhu udara minimum terendah mencapai 22,8 derajat celcius berada di Kabupaten Melawi.

Meski didera panas, untuk visibility wilayah penerbangan masih aman. Pasalnya jarak pandang mendatar umumnya lebih dari 2.000 meter atau 2 kilometer. Hanya jarak pandak terpendek terdapat di Kubu Raya sebesar 800 meter. Penyebabnya kabut asap mendera terlampau banyak. 

“Meski begitu, hari tanpa hujan sebagian besar masih mendera wilayah Kalbar, termasuk dalam kriteria sangat pendek yakni 1-5 hari. Bisa juga masuk kategori menengah yakni 11 sampai 20 hari,” jelasnya.

Secara umum cuaca pada (12/8) masioh kategori cerah-berawan. Pada siang hari asap mendera hingga kabut tebal muncul sampai dini hari. Suhu udara bahkan berada pada titik terendeh 24 sampai 33 derajat celcius. Yang perlu diwaspadai masyarakat yakni rendahnya potensi hujan bakalan meningkatkan suhu udara dan memicu potensi kemudahan kebarakan hutan dan lahan.


Sumber: https://www.pontianakpost.co.id/kalbar-dikepung-348-hotspot








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL