Kompetensi Utama

Layanan


Pembahasan Arah Kebijakan dan Kerja Pemanfaatan Stasiun Bumi TT&C LAPAN Biak
Penulis Berita : Humas/Lel • Fotografer : Humas/Lel • 22 Aug 2018 • Dibaca : 1602 x ,

Sekretaris Utama LAPAN, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih memberikan sambutan.

LAPAN menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Arah Kebijakan dan Kerja untuk Pemanfaatan Stasiun Bumi Telemetry, Tracking and Command Network (TT&C) LAPAN Biak Setelah Alih Kepemilikan pada Selasa, 21 Agustus 2018 di Jakarta.

FGD ini diadakan dalam rangka menghasilkan suatu panduan arah kebijakan yang tepat untuk pemanfaatan stasiun bumi TT&C Biak setelah selesainya proses Transfer of Title (ToT) dari pihak Pemerintah India dalam hal ini ISRO (Indian Space Research Organization) kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini LAPAN. FGD ini melibatkan satuan kerja di lingkungan LAPAN yang terkait guna mendapatkan masukan baik dari sisi teknis maupun sisi regulasi dan administratif lainnya.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Utama LAPAN, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih. Dalam sambutannya, Erna mengatakan bahwa Pemerintah indonesia dan Pemerintah India telah menandatangani Kerangka Persetujuan tentang eksplorasi dan pemanfaatan keantariksaan untuk maksud damai yang mengatur beberapa kegiatan turunan yang harus segera dilaksanakan. Namun yang paling mendesak untuk dibahas adalah bagaimana pemanfaatan infrastruktur fasilitas Stasiun Bumi TT&C Biak kedepannya karena setelah Kerangka Persetujuan berlaku, akan ada alih kepemilikan dari India ke Indonesia.

Fasilitas stasiun bumi TT&C Biak selama ini telah dikelola oleh ISRO dengan menempatkan personil sebanyak 4 orang per 6 (enam) bulan sekali. Dengan adanya pengalihan kepemilikan fasilitas, artinya selanjutnya LAPAN yang akan bertanggungjawab melakukan pengelolaan maupun pemanfaatan stasiun bumi TT&C Biak. Untuk itu, LAPAN harus segera mempersiapkannya mengingat sudah 20 tahun lebih kerja sama ini berlangsung. Konsekuensi dari alih kepemilikan adalah LAPAN tidak hanya bertanggungjawab terhadap kepentingan Pememerintah, namun juga harus menjamin bahwa kepentingan operasional ISRO tetap terakomodir. Erna juga ingin memastikan semua prosedur dan implikasinya diperhatikan dengan seksama, mulai dari aset, SDM, anggaran, dan operasional stasiun bumi TT&C selama 24 jam 365 hari dalam setahun.

Melalui FGD ini kedepannya diharapkan tidak hanya proses pengambilalihan stasiun bumi TT&C dapat berjalan lancar tetapi juga pengambilalihan tersebut harus mendorong kegiatan pemanfaatan untuk kepentingan nasional, baik itu untuk kepentingan litbangyasa maupun kepentingan komersial.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL