Kompetensi Utama

Layanan


Aerosummit 2018, LAPAN: Industri Penerbangan Indonesia Perlu Solusi
Penulis : Tety • Media : possore.com • 29 Aug 2018 • Dibaca : 1135 x ,

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 25-26 September akan menggelar Aerosummit 2018. Kegiatan ini untuk mencari solusi dan peta jalan dalam mengatasi masalah penerbangan dan antariksa.

Aerosummit 2018 sendiri terdiri dari tiga sesi. Yaitu, seminar internasional Aerospace Science and Technology (ISAST) ke-6. Selain itu, diskusi panel, workshop tentang hasil riset penerbangan beserta perkembangan industri terkait, dan pameran.

“Aerosummit ini akan menyinergikan potensi nasional dalam pengembangan industri penerbangan. Ada PT Dirgantara Indonesia sebagai industri penerbangannya, juga didukung asosiasi terkait dengan industri komponennya dan komunitas pendukung industri penerbangan,” ujar Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin, saat pre-summit untuk Aerosummit 2018, di Jakarta, Rabu (29/8).

"Kegiatan itu juga untuk menjawab kebutuhan pengadaan pesawat di Indonesia yang sangat tinggi namun tidak dibarengi dengan kesiapan fasilitas perawatan dan daya dukung sumberdaya manusia yang cukup, seperti teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat."

Thomas berharap kegiatan Aerosummit ini dapat membangun komunitas masyarakat penerbangan yang bisa mendorong industri penerbangan di Indonesia dari segi pesawatnya dan perawatannya.

“Pesertanya dari lembaga litbang, asosiasi terkait dengan industri penerbangan dan hal yg terkait dengan itu. Industri komponen kemudian industri perawatan pesawat dan dari regolator,” tambah Thomas.

Arie Wibowo dari PT Dirgantara Indonesia, yang hadir dalam pre-summit, mengatakan, secara prinsip pihaknya sangat mendukung acara Aerosummit karena PTDI (PT Dirgantara Indonesia (Persero) merasa membutuhkan sinergitas.

“Kita tidak ingin berjalan sendiri. Untuk itu dibutuh dukungan yang akan membantu menumbuhkan semangat industri kedirgantaraan ini,” tambahnya.

Dadang dari Indonesia Aeronautical Engineering Canter (IAEC), mengatakan, permasalahan lain yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu mahalnya biaya pembelian suku cadang dan perawatan pesawat.

Hal tersebut disebabkan beberapa komponen pesawat terbang belum dapat diproduksi oleh industri dalam negeri. “Padahal proses perbaikan atau pemeliharaan pesawat terbang industri jasa membutuhkan kecepatan dalam proses impor suku cadang dan komponen,” ujarnya.

Karena itu, diperlukan terobosan untuk mendorong dan mengakselerasi tumbuhnya industri suku cadang dan komponen pesawat terbang di dalam negeri.

“Selain itu, perlu juga membuka ruang kebijalan bagi hadirnya pengembangan kawasan usaha pemeliharaan pesawat terbang,” katanya.

Aerosummit 2018 ini sendiri akan dibuka bersama- oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN.

Acara ini juga selaras dengan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Jokowi yaitu Making Indonesia 4.0 di era digital yang membuat industri penerbangan dan antariksa untuk melakukan transformasi. (tety)






Sumber : https://possore.com/2018/08/29/aerosummit-2018-lapan-industri-penerbangan-indonesia-perlu-solusi/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL