Kompetensi Utama

Layanan


57 Hektare Lahan Terbakar di Tanjabtim
Penulis : Redaksi • Media : http://bangko-independent.com • 31 Aug 2018 • Dibaca : 272 x ,

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Meski belum dilakukan penghitungan secara menyeluruh, luas lahan yang terbakar sejak Januari lalu hingga saat ini sudah mencapai 57,76 hektar di Tanjab Timur. Areal yang paling laus terbakar adalah di Kecamatan Sadu seluas 25,3 hektar.

Kepala BPBD Tanjab Timur, Jakfar mengatakan, jumlah itu dapat dipastikan akan masih bertambah. Sebab, masih ada areal yang terbakar tapi belum dilakukan penghitungan, yaitu di Kecamatan Sadu, tepatnya di Sungai Benu yang berbatasan Sumsel.

“Lokasi memang cukup jauh, sulit dijangkau. Makanya penghitungannya belum selesai dilakukan,”ungkapnya.

Dijelaskan, areal yang terbakar tersebut tersebar di 10 Kecamatan. Namun yangbterkuas adakah Kecamatan Sadu, Mendahara Ulu dan Dendang. Ketiga Kecamatan itu, memang Kecamatan yang potensi Karlahutnya cukup tinggi dibanding dengan Kecamatan lainnya.

Dari jumlah luasan itu, setidaknya terjadi 26 kejadian Karlahut. Jumlah itu lebih banyak jika dibandingkan dengan titik khospot yang terpantau disatekit Lapan dan BMKG. Berdasarkan pantauan satlit Lapan hanya ada 20 titik khispot dan pantaun BMKG hanya 11 titik.

Lebih besarnya jumlah kejadian dibanding pantauan satlut karena ada beberapa kejadian tidak sempat membesar api telah dipadamkan oleh tim. Sehingga, api belum teroantau oleh satlit Lapan ataupun BMKG.

“Ini berkat upaya pencegahan dini yang dilakukan tim kita. Api baru muncul langsung dipadamkan,”jelasnya.

Lebih lanjut Jakfar mengatakan, dari 26 Kejadian kebekaran yang terjadi di beberapa Kecamatan, semuanya lahan yang terbakar itu lahan masyarakat, dan sebagian di perbatasan TNB. Namun, peristiwa kebakaran lahan yang terjadi pada tahun 2018 ini belum berdampak menimbulkan Kabut Asap maupun kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Karena kita melakukan pencegahan semaksimal mungkin sedini mungkin. Dan sampai sekarang tim terpadu masih tetap jalan melakukan berbagai upaya pencegahan,”lanjutnya.

Berdasarkan prediksi BMKG katanya, musim kemarau ini masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Memang saat ini ada beberapa kali terjadi hujan. Tapi hujan tersebut hanya intrnsitas ringan dan bersifat lokal. Tidak menyeluruh disemua wilayah Tanjab Timur. “Untuk saat ini tidak ada lagi titik hospot di wilayah kita, mudahan tidak ada lagi,”harapnya.




Sumber: http://bangko-independent.com/read/2018/08/31/4000/57-hektare-lahan-terbakar-di-tanjabtim








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL