Kompetensi Utama

Layanan


Hujan Di Indonesia Dipicu Topan Jebi di Samudera Pasifik
Penulis : Arie Nugraha • Media : kumparan.com • 03 Sep 2018 • Dibaca : 4754 x ,

BANDUNG, bandungkiwari - Lembaga Antariksan dan Penerbangan Negara (LAPAN) menyatakan hujan yang terjadi di Indonesia belakangan ini dipicu topan Jebi yang melanda Samudera Pasifik timur laut Filipina. 
Peneliti Sains Atmosfer Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lapan, Erma Yulihastin, menjelaskan hujan yang turun beberapa hari lalu di musim kemarau itu diperkirakan akan berlangsung sampai dengan tiga hari mendatang. 
Hal itu disebabkan posisi pusat topan Jebi yang kini pergerakannya mendekati ke wilayah Taiwan, masih memiliki efek paparan (remote effect) bergeraknya kumpulan awan konfektif yang melintas ke Indonesia.
"Sehingga memang efeknya bisa kita rasakan gitu pertumbuhan awan yang signifikan. Awan konfektif atau awan hujan dan hujan itu sendiri yang terjadi hampir secara merata di wilayah Laut Jawa sejak hari Kamis kemarin, dua hari yang lalu," ujar Erma Yulihastin, Minggu (2/9/2018). 
Dampak dari topan Jebi menyebabkan turunnya hujan secara merata dengan intensitas serta durasi berbeda di Pulau Jawa yang terjadi mulai sore, malam sampai pagi hari. Sementara pada Minggu (2/9/2018) hujan yang turun merata hanya terjadi di wilayah Jawa Barat, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur tida terjadi turun hujan. 
Erma menjelaskan, adanya hujan yang turun di awal September 2018, belum bisa dipastikan sebagai masuknya musim penghujan di Indonesia. Alasannya kata Erma, selama masih adanya topan Jebi maka awan konfektif atau awan hujan tidak akan terbentuk dan bergerak melintas di Indonesia dari Selatan ke arah Utara.
"Pulau Sumatera juga mengalami pembentukan awan hujan bukan hanya di Jawa, kemudian Kalimantan. Tetapi yang paling merata yaitu di Jawa," ujar Erma. 
Sementara kondisi umum cuaca di wilayah Samudera Pasifik dan Hindia masih normal. Berdasarkan pengamatan satelit LAPAN di dua wilayah tersebut tidak terjadi gangguan cuaca. 
Namun, gangguan berupa topan yang berdampak selama beberapa hari dan gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) yang secara alami terbentuk dari sistem interaksi laut dan atmosfer harus tetap diwaspadai.



Sumber: https://kumparan.com/bandungkiwari/hujan-di-indonesia-dipicu-topan-jebi-di-samudera-pasifik-1535938950437882422








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL