Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Selenggarakan Workshop Internasional, AOSWA (Asia Oceania Space Weather Alliance)
18 Sep 2018 • Dibaca : 4591 x ,

AOSWA (Asia Oceania Space Weather Alliance) didirikan pada bulan Maret 2010 melalui sebuah Kick-off Meeting yang diselenggarakan di Bandung, Indonesia. Tujuan utama dari aliansi ini adalah untuk mendorong kerja sama dan berbagi informasi antara institusi di daerah Asia-Oseania yang bergerak dalam riset dan pengembangan cuaca antariksa. Asia-Oceania menjadi salah satu daerah penting dalam peta pengguna teknologi antariksa sehingga menuntut adanya komunikasi dan kerja sama yang baik. Terdapat 14 negara anggota serta 30 institusi anggota yang terlibat dalam AOSWA, termasuk Indonesia dengan LAPAN sebagai titik simpulnya.

Setelah 7 tahun berdiri, AOSWA telah menyelenggarakan beberapa pertemuan dan lokakarya. Lokakarya keempat diselenggarakan di Jeju, Korea Selatan, pada bulan Oktober 2016. Pertemuan terakhir tersebut diikuti oleh 131 peserta dari 16 negara. Tema utama yang diangkat saat itu adalah “space weather risk, regional action”.

Tahun ini, LAPAN akan menjadi tuan rumah dari the 5th AOSWA Workshop dengan mengangkat tema “to meet, to connect, to foster for better living in space”. Beragam isu terkait riset dan pengembangan cuaca antariksa muncul belakangan ini dan menjadi epicenter dari diskusi yang terus berkembang. Berawal dari karakteristik inti dan perilaku Matahari yang sedang memasuki fase minimum dari aktivitasnya, menyebar hingga penjalaran partikel dan energi melalui ruang dan medan antarplanet, serta melingkupi aspek operasional cuaca antariksa dan prediksi iklim antariksa, lokakarya ini diharapkan menjadi bandar untuk diseminasi sains, berbagi informasi, pertukaran ide, serta kolaborasi terkait cuaca antariksa.

Cuaca antariksa perlu menjadi perhatian bagi umat manusia yang banyak menggunakan dan mengandalkan teknologi canggih serta teknologi antariksa yang cukup rentan terhadap gangguan luar Bumi. Cuaca antariksa berbeda dengan cuaca troposfer yg jamak dikenal masyarakat. Cuaca antariksa berurusan dengan kondisi antariksa yg amat dipengaruhi oleh medan magnet dan aliran partikel, terutama dari Matahari. Angin Matahari, hujan partikel energi tinggi, serta badai geomagnet adalah beberapa fenomena cuaca antariksa yg dapat terjadi. Dampaknya meliputi gangguan operasional satelit, gangguan komunikasi radio, hingga gangguan navigasi yang perlu dimitigasi dengan sebaik mungkin.

The 5th AOSWA Workshop akan diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Bandung, pada tanggal 19-21 September 2018. Hingga kini, peserta dari 7 negara (China, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand) telah dikonfirmasi akan hadir dan memberikan paparannya dalam lokakarya ini. Selain itu, akan ada presentasi jarak jauh oleh pembicara dari Amerika Serikat dan Kanada. Pada lokakarya ini, Prof. Thomas Djamaluddin (LAPAN, Indonesia) serta Prof. Xu Jiyao (NSSC, China) akan menjadi pembicara kunci.

Tidak kurang dari 30 pembicara juga akan memaparkan hasil penelitian dan update terkini dari aktivitasnya terkait cuaca antariksa. Isu pemodelan lontaran massa korona, prediksi angin matahari, pengamatan ionosfer, serta keterkaitan ionosfer dan mantel bumi menjadi isu yg menarik dan banyak dibicarakan. Selain itu juga dipaparkan tentang kegiatan berkait cuaca antariksa dalam kegiatan operasional di Indonesia, seperti oleh Airnav dan TNI.



Jakarta, 17 September 2018
Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Ir. Jasyanto, MM (Hp. 08111735071)










Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL