Kompetensi Utama

Layanan


ICTMAS 2018 : LAPAN Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Dinamika Atmosfer
Penulis Berita : Humas/SGD • Fotografer : Humas/SGD • 19 Sep 2018 • Dibaca : 2841 x ,

Kepala LAPAN saat memberikan sambutan pada acara International Conference on Tropical Meteorology and Atmospheric Science (ICTMAS) 2018 di ITB, Bandung

“Kami turut mengucapkan keprihatinan atas terjadinya bencana topan Mangkhut yang melanda beberapa negara Asia. Dinamika atmosfer di negara beriklim tropis sangatlah bervariasi, untuk itulah lembaga litbang perlu mempelajari keadaan ini sehingga dapat menghasilkan berbagai macam sistem mitigasi bencana yang mengancam warga.” Hal tersebut diucapkan Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin dalam sambutannya pada acara International Conference on Tropical Meteorology and Atmospheric Science (ICTMAS). Acara ini berlangsung di Aula Barat dan Aula Timur ITB pada 19-20 September 2018. Konferensi ini berkolaborasi dengan Program Studi Meteorologi, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kolaborasi internasional dalam bidang riset dan edukasi, khususnya dalam bidang meteorologi tropis dan sains atmosfer. "Dulu ada empat musim di belahan bumi bagian Selatan dan Utara. Di negara tropis seperti Indonesia ada dua musim yakni musim hujan dan kemarau dengan peralihan musim pancaroba. Tapi belakangan ada efek dari suhu Samudera Pasifik yang disebut fenomena El Nino dan La Nina. Pada saat El Nino musim kering panjang. Pada saat La Nina musim hujan panjang," ujar Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin saat konferensi pers.

Selain itu, muncul pula fenomena Dipole Mode (DM) yang merupakan pengaruh dari suhu Samudera Hindia. Adanya fenomena ini juga mempengaruhi cuaca dan suhu di berbagai belahan bumi. “Belum lagi adanya cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa negara di dunia.”, kata Prof. Thomas mencontohkan seperti Topan Jebi di Jepang yang banyak menimbulkan kerusakan. Kemudian badai Florence yang mengancam Amerika serta cuaca ekstrem lain yang terjadi di berbagai negara lain karena efek perubahan iklim. "Kondisi ekstrem ini juga menarik dibahas, mengapa kejadian ini sangat kuat. Apa ada pengaruh perubahan iklim, itu mungkin isu-isu yang menarik untuk dibahas. Alhamdulillah hari ini bisa menghadirkan pakar-pakar terkait dengan atmosfer khususnya di benua maritim Indonesia," ujar Prof. Thomas.

Konferensi ini merupakan rangkaian kegiatan kerjasama riset internasional The Years of Maritime Continent (YMC) 2017-2019 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan prediksi atmosfer. Sehingga diharapkan akan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perhubungan, energi, lingkungan hidup, kesehatan dan penanggulangan bencana.

Peserta konferensi yang telah mengirimkan abstrak berjumlah 160 peserta yang berasal dari negara Jepang, Malaysia, Filipina, India, Singapura, Peru, Tiongkok dan Indonesia. Makalah yang dipresentasikan sebanyak 76 peserta oral dan 84 dalam bentuk poster. Diharapkan para peserta khususnya generasi muda yang mengkuti kegiatan ini dapat lebih terpacu untuk terus melakukan riset dan teknologi yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Dalam acara ICTMAS 2018 ini juga menghadirkan keynote speaker Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, dan Direktur JAMSTEC-Jepang, Dr. Kunio Yoneyama. Prof. Dwikorita menjelaskan bahwa iklim global sangat dipengaruhi iklim di Indonesia, untuk itu BMKG memiliki 96 stasiun pengamatan cuaca lokal dan 10 observer untuk cuaca yang lebih komprehensif.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
ICTMAS 2018, Menguatkan Kolaborasi Riset dan Edukasi pada Bidang Meteorologi Tropis dan Sains Atmosfer
24 Sep 2018
BANDUNG, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)…
LAPAN DAN ITB Selenggarakan Konferensi Sains dan Atmosfer Tingkat Interasional
18 Sep 2018
Pentingnya riset dan pemanfaatan sains dan teknologi dalam bidang meterologi tropis dan sains atmosfer sangat menarik untuk dilakukan kajian baik oleh peneliti, mahasiswa hingga masyarakat umum. Untuk itulah LAPAN melalui…
Menag : Kehadiran Kalender Islam Terpadu merupakan Keniscayaan
29 Nov 2017
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kehadiran kalender Islam terpadu merupakan keniscayaan. Untuk mewujudkannya, perlu mekanisme yang jelas dan terarah. Hal ini disampaikan Menag ketika menjadi…
Kembangkan Penginderaan Jarak Jauh
01 Nov 2017
SEMARANG – Puluhan peneliti, pembuat kebijakan hingga praktisi dari negara maju dan berkembang seluruh Indonesia bertemu dalam Konferensi Internasional Masyarakat Ahli Penginderaan (MAPIN) jarak jauh. Mereka berbagi wawasan tentang tantangan…
Tim LAPAN menghadapi kendala saat GMT
11 Mar 2016
Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN, menghadapi kendala saat melakukan pengamatan atas Gerhana Matahari Total di Maba, Maluku Utara, Rabu 9 Maret.LAPAN sudah menyiapkan satu set spektograf untuk melakukan…
Di Wina, Indonesia Tekankan Pentingnya Pengaturan Antariksa
15 Apr 2015
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Indonesia menekankan pentingnya pengaturan pemanfaatan antariksa termasuk pemanfaatan Geo Stationary Orbit (GSO) dengan mempertimbangkan kepentingan negara-negara berkembang dan negara dengan karakter geografis khusus.Ketua Delegasi RI, Kuasa Usaha…
Lapan Gelar Konferensi Penerbangan dan Penginderaan Jauh
13 Nov 2014
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menggelar konferensi penerbangan dan satelit penginderaan jauh di Yogyakarta, Kamis (13/11), dengan melibatkan para pakar internasional di bidang elektronika nautika dan penginderaan…
LAPAN Siap Bantu Maritim Highway Jokowi
13 Nov 2014
SLEMAN (KRjogja.com) - kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang akan menjadikan wilayah laut Indonesia sebagai "jalan bebas hambatan" (Maritim Highway) mendapat sambutan positif dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).Ditemui di…
Berada di Daerah Tropis, Satelit Penginderaan Jauh Indonesia Terganjal Masalah Ini
13 Nov 2014
Harianjogja.com, JOGJA-Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggelar konferensi penerbangan dan satelit penginderaan jauh di Jogja, Kamis (13/11/2014) dengan melibatkan para pakar internasional di bidang elektronika nautika dan penginderaan jauh.Kepala…
FH Unpad Gelar Konferensi Hukum Udara dan Angkasa
06 Nov 2014
Perkembangan hukum udara dan angkasa cukup pesat.Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) menggelar acara Konferensi Internasional Hukum Udara dan Angkasa. Konferensi ini diadakan dalam rangka memperingati 50 tahun studi hukum…
RI Butuh Teknologi Penginderaan Potensi Laut
03 Nov 2014
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan teknologi antariksa melalui penginderaan jauh, yang salah satunya mampu memetakan potensi kelautan secara menyeluruh dan sistematik."Guna mendukung pembangunan di bidang maritim,…
Indonesia membutuhkan teknologi penginderaan potensi laut
03 Nov 2014
Denpasar (ANTARA News) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan teknologi antariksa melalui penginderaan jauh yang salah satunya mampu memetakan potensi kelautan secara menyeluruh dan sistemik."Guna…
TEKNOLOGI ANTARIKSA PERMUDAH MITIGASI BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM
15 Sep 2013
Jakarta, Lapan.go.id – Konferensi internasional tentang aplikasi teknologi antariksa untuk perubahan iklim ditutup di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (04/09). Dalam penutupan tersebut, disampaikan hasil diskusi dari masing-masing sembilan working group.…
LAPAN Antisipasi Perubahan Iklim
09 Sep 2013
Jakarta, Trans - Perubahan iklim telah menjadi isu di seluruh dunia. Fenomena ini harus mendapat perhatian serius karena berpotensi mengancam dimensi-dimensi pembangunan, seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Indonesia pun harus…
TEKNOLOGI ANTARIKSA PERMUDAH MITIGASI BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM
09 Sep 2013
Jakarta, Lapan.go.id – Konferensi internasional tentang aplikasi teknologi antariksa untuk perubahan iklim ditutup di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (04/09). Dalam penutupan tersebut, disampaikan hasil diskusi dari masing-masing sembilan working group.…
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Memerlukan Teknologi Antariksa
06 Sep 2013
Lapan dan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/ UNOOSA) telah menyelenggarakan United Nations/Indonesia International Conference on Integrated Space Technology Applications to Climate Change (Konferensi…
LAPAN DAN UNOOSA BAHAS ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI TEKNOLOGI ANTARIKSA
05 Sep 2013
Jakarta, Lapan.go.id – Perubahan iklim dapat diantisipasi melalui aplikasi teknologi antariksa. Salah satunya dengan aplikasi teknologi penginderaan jauh satelit yang sudah digunakan untuk melacak gejala-gejala perubahan iklim, mengurangi emisi gas…
Perubahan Iklim, Ini Cara Terbaik Memantaunya
03 Sep 2013
TEMPO.CO, Jakarta - Isu perubahan iklim global tidak pernah berhenti digaungkan. Apalagi dampak perubahan iklim berpotensi mengancam dimensi-dimensi pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional…
2019, Indonesia Punya Satelit Canggih Pantau Iklim
02 Sep 2013
TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan iklim menjadi isu yang terus menarik perhatian dunia, termasuk Indonesia. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang S. Tejasukmana mengatakan, antisipasi perubahan iklim bisa dilakukan…
2019, Indonesia Luncurkan Satelit Penginderaan Jarak Jauh
02 Sep 2013
Biaya pembuatannya tidak tanggung-tanggung, Rp2 triliun.Senin, 2 September 2013, 16:06 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi WibowoVIVAnews - Indonesia terus mengembangkan satelit-satelit yang difungsikan untuk melakukan pemantauan kondisi geografis dan untuk pemantauan…
Ini Cara RI Antisipasi Perubahan Iklim
02 Sep 2013
Indonesia adalah negara kepulauan, harus siap jika es kutub mencair.Senin, 2 September 2013, 15:26 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi WibowoBongkahan es mencair di Greenland [foto ilustrasi]VIVAnews - Perubahan iklim telah menjadi…
Akibat Perubahan Iklim : Beberapa Pulau di Indonesia Terancam Hilang
02 Sep 2013
JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia menjadi negara yang menerima dampak terbesar dari fenomena perubahan iklim. Mencairnya es di kutub utara membuat permukaan air laut meningkat dan dimungkinkan sejumlah pulau di Indonesia…
Indonesia akan Buat Satelit Senilai Rp 2 Triliun
02 Sep 2013
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk memantau perubahan iklim saat ini dibutuhkan teknologi antariksa. Salah satunya, satelit metrologi. Namun, hingga saat ini Indonesia belum memiliki satelit tersebut. Menurut Kepala Lapan, Bambang Tejasukmana,…
Jika Es Kutub Utara Mencair, Indonesia Bakal Tenggelam
02 Sep 2013
Kabar24.com, JAKARTA- Apa jadinya bila es di Kutub Utara mencair? Permukaan air laut pasti akan naik dan itu sangat berdampak pada Indonesia. Lebih dari 17.000 pulau di Nusantara ini terancam…
Konferensi teknologi untuk perubahan iklim di gelar di Jakarta
02 Sep 2013
Jakarta, GATRAnews - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/ UNOOSA) menyelenggarakan United Nations/Indonesia International Conference on Integrated…
Lapan dan PBB Gelar Konferensi Antisipasi Perubahan Iklim
02 Sep 2013
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan bekerjasama dengan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan United Nations Officer for Outer Space Affairs (UNOOSA), menggelar Konferensi Internasional tentang Aplikasi…
Dikaji, Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Mitigasi Perubahan Iklim
02 Sep 2013
JAKARTA, KOMPAS.com — Potensi aplikasi teknologi keantariksaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim didiskusikan dalam konferensi internasional "Integrated Space Technology Application to Climate Change" yang diadakan di Jakarta, Senin (2/9/2013).Seminar…
PBB Bahas Perubahan Iklim di Jakarta
02 Sep 2013
Konferensi ini juga akan meningkatkan sinergi antara komunitas antariksa dengan berbagai organisasi.JAKARTA - Badan PBB yang mengurusi keantariksaan atau United Nations Office for Outer Space Affairs bersama Lembaga Penerbangan dan…
Negara-negara PBB Bahas Antisipasi Perubahan Iklim dengan Teknologi Antariksa
30 Aug 2013
Lapan dan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/ UNOOSA) akan menyelenggarakan United Nations/Indonesia International Conference on Integrated Space Technology Applications to Climate Change (Konferensi…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL