Kompetensi Utama

Layanan


Yuk, Belajar Dunia Keantariksaan di LAPAN
17 Sep 2018 • Dibaca : 6659 x ,

Saat ini semangat dan antusias generasi muda untuk belajar mengenai Iptek penerbangan dan antariksa sangatlah tinggi, seperti halnya sejumlah 5 siswa kelas 6 SDN jati 01 pagi, Jakarta yang datang langsung berkunjung ke Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun pada Senin, (17/09) untuk memahami dunia keantariksaan.

“kami ingin mengetahui mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh LAPAN untuk dunia keantariksaan di Indonesia”, tanya Fahri salah satu siswa saat menyampaikan maksud dari kunjungan mereka. 

Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Edukasi, Unggul Satrio yang menerima kunjungan mereka mengapresiasi para siswa yang memiliki keinginan kuat untuk belajar langsung ke Kantor LAPAN. Dalam pemarapannya, Unggul mengenalkan Kompetensi Utama LAPAN yakni Sains Antariksa dan Atmosfer yang mempelajari mempelajari tentang atmosfer bumi dan benda di luar angkasa, benda-benda tersebut dapat berupa benda-benda seperti matahari dan bulan. Contohnya LAPAN melakukan memberikan edukasi mengenai gerhana bulan “jadi matahari yang menyinari seluruh alam semesta ini tertutup oleh bulan itulah yang disebut dengan Gerhana Bulan” ujar Unggul.

Para siswa juga dikenalkan kompetensi selanjutnya yaitu teknologi penerbangan dan antariksa. Contohnya yaitu satelit, roket, dan pesawat terbang. Unggul menjelaskan tentang pesawat terbang N219 yang mempunyai 2 mesin dan untuk 19 penumpang yang diberi nama Nurtanio yaitu pesawat yang dibuat oleh Indonesia. 

Kompetensi yang ketiga yaitu di bidang penginderaan jauh. LAPAN memiliki tugas untuk menyediakan citra satelit. Satelit ini digunakan untuk kebutuhan masyarakat salah satunya adalah SEMAR, yaitu sebuah aplikasi untuk meliput arah kapal, zona potensi penangkapan ikan dan juga untuk navigasi. Tidak hanya itu, Unggul juga menjelaskan bagaimana satelit bisa mendekteksi keberadaan ikan di laut. 

Satelit bisa mendeteksi keberadaan ikan di laut karena satelit mendeteksi suhu permukaan air laut, jika air laut tersebut hangat itu berarti klorofil di dalam air laut itu banyak atau tinggi, lalu klorofil tersebut dimakan oleh plankton, plankton dimakan oleh ikan kecil, lalu ikan kecil itu dimakan oleh ikan besar. Dari siklus itu bisa terlihat dimana zona banyak ikan” jelas Unggul. 

Kompetensi LAPAN terakhir yang dipaparkan adalah kajian penerbangan dan keantariksaan setelah itu siswa diajak untuk membuat miniatur roket dengan menggunakan media kertas origami. Kegiatan ini merupakan layanan edukasi LAPAN terhadap generasi muda agar mereka memiliki motivasi, minat dan ketertarikan terhadap ilmu pengetahaun dan teknologi penerbangan dan antariksa.

(Humas/SS).








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL