Kompetensi Utama

Layanan


'Ambisi Besar Peluncuran Roket ke Mars', Mampukah Indonesia Melakukannya?
Penulis : Zaenal Nur Arifin • Media : tribunnews.com • 20 Sep 2018 • Dibaca : 6056 x ,

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Terpilihnya Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah International Conference on Aerospace Electronics and Remote Sensing Technology (ICARES) 2018, menjadi langkah untuk membangun networking dengan Negara di Asia-Pasifik di bidang Aerospace atau Antariksa dan Remote Sensing atau penginderaan jauh.

“Semua negara yang maju tidak mungkin tanpa penguasaan teknologi antariksa dan penginderaan jauh. Ini merupakan suatu langkah menjalin networking yang perlu dipertahankan. Dan intinya, nantinya itu kita mengharapkan pemerintah itu mempunyai visi yang lebih ambisius di bidang antariksa dan penginderaan jauh,” ungkap, Kepala IEEE AESS/GRSS joint Charter Indonesia, Dr. Arifin Nugroho, Kamis (20/9/2018) di Discovery Kartika Plaza Hotel.

Dr. Arifin menambahkan, contoh visi ambiusius pemerintah kenapa tidak di tahun 2030 Indonesia meluncurkan roket ke Planet Mars.

“Kita ingin adanya pemikiran seperti ini kalau itu diucapkan oleh The Top (Presiden RI) akan bisa membawa policy-policy lainnya akan mengarah ke sana (tahun 2030 bisa meluncurkan roket),” tambahnya.

Di mana upaya harapan di tahun 2030 itu Indonesia bisa meluncurkan roket ke Mars dengan memintarkan orang Indonesia sendiri, baik di pendidikan bidang society scientific yang ada maupun elemen-elemen riset seperti LAPAN dan lainnya untuk berkembang makin maju.

“Kita sebenarnya memiliki elemen-elemen (SDM) yang begitu banyak dan kaya, hanya perlu suatu dorongan dan dukungan ke arah sana (harapan 2030 meluncurkan roket ke Mars),” ungkapnya.

India yang bisa dikatakan tidak makmur tetapi karena visi pemerintahannya harus bisa penguasaan teknologi di bidang antariksa, akhirnya mereka berhasil menerbangkan roket ke Mars.

“Yang diperlukan untuk mencapai harapan Indonesia tahun 2030 menerbangkan roket ke Mars yakni harus menguasai teknologi roket, teknologi mikro elektronik, teknologi optimal kontrol sistem, teknologi telekomunikasi dan teknologi mikro elektronik,” tuturnya.

ICARES 2018 diadakan di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta Badung dan dihadiri oleh Kepala LAPAN, Kepala IEEE AESS/GRSS joint Chater Indonesia, Kepala IEEE Indonesia.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan, topik yang dibahas kali ini adalah upaya meningkatkan kualitas kontrol, komunikasi, dan penginderaan bumi berbasis ruang angkasa.

ICARES 2018 menjadi wadah untuk mendiseminasikan informasi yang terbaru yaitu teknologi sensor dan wahana berbasis antariksa yang meliputi teknologi satelit mikro dan UAV, komunikasi perangkat seluler di darat dan laut, desain kontrol stikastik wahana antariksa, serta pengembangan penginderaan jauh gelombang mikro, teknologi SAR, dan Big SAR.

Beberapa topik menarik disampaikan oleh para pembicara utama.

Dr Rika Andianti (Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN) menyampaikan tentang aktivitas kedirgantaraan di Indonesia: kini dan di masa yang akan datang.

Prof. Akira Hirose (Tokyo University) memaparkan tentang pemrosesan data Big SAR berbasis jaringan neural.

Selain itu hadir juga jadi pembicara Prof. Hiroyoshi Hamada (All Japan GRSS, Nigata University) mempresentasikan polarimetri SAR untuk klasifikasi tutupan lahan.

Sedangkan Dr. Shiv MOHAN (Gujarat GRSS, ISRO) memaparkan Aplikasi SAR multi-frekuensi.

ICARES 2018 adalah konferensi yang diselenggarakan forum masyarakat ilmiah, IEEE dan LAPAN.

Konferensi ini merupakan kegiatan ilmiah tahunan sebagai media pertukaran informasi para peneliti, perekayasa, akademisi, dan praktisi di bidang aplikasi keantariksaan.

Tema yang diusung diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertukaran pandangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang elektronika dirgantara dan penginderaan jauh.

Kontribusi penelitiannya dituangkan dalam bentuk karya tulis yang dipaparkan oleh para peneliti dari berbagai negara.

Penulisan tersebut telah melalui beberapa tahapan seleksi oleh anggota TPC yang berasal dari berbagai lembaga Internasional.

Terpilih 29 makalah yang diterima dan akan dipresentasikan dalam konferensi tersebut.(*)










Sumber : http://bali.tribunnews.com/2018/09/20/ambisi-besar-peluncuran-roket-ke-mars-mampukah-indonesia-melakukannya?page=2.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL