Kompetensi Utama

Layanan


Pemda di Kalimantan Barat Harapkan Kolaborasi Inovasi LAPAN dalam Peningkatan Event Kulminasi Matahari
Penulis Berita : Humas/JAS-TW • Fotografer : Humas/TW • 23 Sep 2018 • Dibaca : 9309 x ,

Kepala Bagian HUMAS LAPAN memberikan sambutan Acara Seremonial Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak

Bertempat di lokasi Tugu Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (22/09) Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Plh Sekda Kalbar, Syarif Kamruzaman, membuka secara resmi acara detik-detik kulminasi matahari pada peringatan Hari Tanpa Bayangan (Kulminasi Matahari). Di hadapan Walikota Pontianak beserta seluruh tamu undangan pejabat SKPD Pemko dan SKPD Propinsi, Forkompimda, para pejabat BUMN, BUMD, Dandim dan seluruh tamu undangan lainnya, beliau sampaikan bahwa peringatan kulminasi matahari di Pontianak ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi wisata daerah. Hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan kota Pontianak merupakan satu –satunya kota besar di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa. Maka tak heran kalau Pontianak terkenal dengan sebutan kota khatulistiwa, ujar beliau.

Lebih jauh beliau menyampaikan, meskipun secara nasional saat ini Kalimantan Barat belum menjadi daerah tujuan wisata, namun kedepannya pemda Kalbar akan terus memperjuangkannya agar menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia. Melalui berbagai upaya terobosan Sapta Pesona di industri wisata, penyiapan infrastruktur, pengembangan sistem informasi obyek wisata dan juga kerjasama yang saling menunjang dari semua sektor, diharapkan event kulminasi matahari di Pontianak ini akan menjadi event Nasional dan mendunia.

Hampir senada dengan arahan Plh Sekda, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya mengatakan, Pontianak sebagai satu-satunya kota besar yang dilalui garis khatulistiwa, hendaknya dapat melaksanakan event peringatan hari kulminasi matahari ini dengan lebih baik dari tahun ke tahunnya.

Berbagai upaya harus terus dilakukan untuk menjadikan tugu khatulistiwa sebagai brandnya kota Pontianak. Tidak hanya melalui penyajian potensi seni dan budaya, edukasi dan teknologi, namun masih perlu diexplore lagi hal-hal yang lebih menarik saat terjadinya kulminasi matahari. Untuk itu beliau mengharapkan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan event ini, agar dapat memberikan dampak yang positif bagi peningkatan perekonomian daerah.

Pada saat memberikan sambutan mewakili LAPAN, Kabag humas Jasyanto menjelaskan tentang keberadaan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pontianak yang lebih dikenal dengan LAPAN Pontianak di Jalan LAPAN No. 1 Siantan Hulu Pontianak. Balai ini diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat khususnya yang ada di Pontianak serta Indonesia untuk mempelajari tentang pengamatan Ionosfer, Atmosfer, perilaku cuaca, teleskop, edukasi pembuatan roket air dan wahana terbang untuk mahasiswa dalam kompetisi muatan roket Indonesia dan muatan balon, dimana pada tahun 2016 wakil dari Indonesia berasal dari SMKN No. 4 Pontianak mendapatkan juara 2 pada Water Rocket Event - Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Manila, begitu juga untuk Komurindo-Kombat 2018 ada wakil dari Universitas Tanjung Pura. Disamping itu LAPAN juga menampilkan pameran hasil litbang, yang diantara mockup Satelit LAPAN-A3/ LAPAN-IPB, mockup LSU-02 NGLD, Replika N219 Nurtanio, dan memperkenalkan 4 kompetensi utama LAPAN dibidang Sains dan Atmosfer, Penerbangan dan Antariksa, Penginderaan Jauh serta Kajian Kebijakan baik dalam bentuk back drop, poster, banner dan video  visual melalui monitor TV. LAPAN akan selalu berusaha dan berinovasi untuk menampilkan kegiatan-kegiatan kedepannya bersama Pemkot, Pemprov dan stakeholder lainnya.

Selanjutnya jelang detik-detik kulminasi matahari, Kabag Humas LAPAN, Jasyanto menjelaskan kajian teknis terkait kulminasi matahari sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat dan juga seluruh tamu undangan yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Jasyanto menjelaskan beberapa hal, antara lain mengenai pemahaman tentang rotasi, revolusi bumi, deklinasi matahari, equinox dan solstice serta pengaruhnya bagi iklim dan cuaca, deskripsi mengenai hari tanpa bayangan serta dampaknya, serta menyampaikan mengenai kota-kota lain yang juga dilalui lintasan kulminasi matahari.

Setelah penjelasan tersebut, tepat jam 11.36 Wib, Jasyanto menyampaikan hitungan mundur terjadinya kulminasi matahari yang ditandai dengan hilangnya bayangan dari sebuah tiang kecil yang menyerupai tugu di lapangan kecil depan tenda para tamu undangan. Bertepatan dengan waktu tersebut, LAPAN meluncurkan Roket Air 3 Tingkat sebagai tanda masuknya waktu Hari Tanpa Bayangan. Selanjutnya dengan penuh antusias, para tamu undangan juga melakukan pengetesan telur agar dapat berdiri tegak sebagai pembuktiannya.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan tamu dan undangan ke pameran LAPAN untuk mendapatkan penjelasan lebih deteil tentang hasil Litbang LAPAN yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Kasubag Tata Usaha BPAA Pontianak Miswari, S.Sos, dengan harapan peringatan tahun berikutnya akan lebih baik lagi dan menginspirasi terutama generasi muda dan kunjungan wisatawan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL