Kompetensi Utama

Layanan


Kulminasi Matahari, Telur Berdiri dan Roket Bisa Terbang
Penulis : Jusrianto Pato • Media : rri.co.id • 23 Sep 2018 • Dibaca : 1671 x ,

KBRN, Pontianak : Tepat pukul 11.35 Wib hitungan mundur dan peluncuran roket air dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menandai terjadinya kulminasi Matahari di titik nol derajat Lintang Selatan dan Lintang Utara di Kawasan Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak, Sabtu (21/9 /2018).

Fenomena alam yang hanya terjadi dua kali setahun ini yakni pada tanggal 21-23 (Maret dan September), menjadi momen yang paling ditungga masyarakat Kota Pontianak yang hadir di lokasi Tugu Khatulistiwa.

Fenomena alam itu juga ingin dibuktikan masyarakat yang hadir dari Plt. Walikota Pontianak bersama istri dan tamu undangan lainnya bersama-sama mendirikan telur di Titik Kulminasi, hasilnya belasan telur bisa didirikan. Bisa berdirinya telur tidak terlepas besarnya gaya gravitasi bumi antara Lintang Selatan dan Lintang Utara yang peristiwa ini hanya bisa terjadi pada saat Kulminasi.

Momen peluncuran roket dan mendirikan telur pada Kulminasi kali ini juga tidak ingin disia-siakan masyarakat yang hadir dari bloger hingga youtuber bahkan masyarakat umum tidak ingin ketinggalan untuk mengabadikannya menggunakan kamera handphone mereka, meskipun harus berpanas-panasan.

Plt Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap fenomena alam Kulminasi Matahari yang hanya terjadi di Kota Pontianak ini, benar-benar bisa dioptimalkan dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak.

“Ke depannya harus ada inovasi-inovasi pengembangan yang sifatnya tidak lagi lokal tapi bisa go International dan saya yakin dengan keberadaan Tugu Khatulistiwa yang pas di Pinggiran Sungai Kapuas bisa menjadi daya tarik sendiri yang bisa kita tingkatkan untuk bagaimana mendatangkan wisatawan-wisatawan Mancanegara,” ungkapnya saat memberikan sambutan, Sabtu (22/09/2018).

Fenomena alam Kulminasi Matahari bisa terjadi dijelaskan, Jasyanto selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Biro Kerjasama, Hubungan Masyarakat dan Umum dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) karena Kulminasi Matahari atau disebut juga Ekinoks Matahari adalah hari ketika matahari tepat berada di wilayah khatulistiwa yang terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

“Peristiwa kulminasi ini hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, Equador, Peru, Columbia, dan Brazil. Namun dari semua negara yang mengalami peristiwa alam tersebut, hanya satu yang benar-benar dilintasi garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak,” jelasnya.

Melihat fenomena alam Kulminasi Matahari dan menyambut keinginan dari Pemerintah Kota Pontianak yang ingin menjadikan Kulminasi Matahari sebagai momentum untuk meningkatkan pariwisata Kota Pontianak, Jasyanto mengusulkan untuk tahun depan perayaan Kulminasi Matahari harus bisa dikemas kegiatannya semenarik mungkin yang membuat wisatawan tertarik berkunjung ke Kota Pontianak.

“Saya usulkan bagaimana tahun depan kita lakukan upaya pemecahan rekor MURI dengan meluncurkan seribu lebih roket air yang ditembakan di Tepian Sungai Kapuas, jika ini bisa dilakukan Perayaan Kulminasi Matahari akan semakin menarik untuk memikat pengunjung,” harapnya.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL