Kompetensi Utama

Layanan


Industri Dirgantara Vital di Negara Kepulauan
Penulis : Intan Yunelia • Media : medcom.id • 25 Sep 2018 • Dibaca : 836 x ,

Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong pengembangan industri pesawat terbang di Indonesia. Industri dirgantara sangat vital di negara maritim seperti Indonesia.

"Pemerintah berkomitmen mengembangkan komponen dan perawatan pesawat terbang untuk mendukung sektor industri pesawat terbang,"kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

Pengembangan industri dirgantara ini berdasarkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang menetapkan industri alat transportasi merupakan salah satu industri andalan.

“Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari banyak pulau, oleh karena itu pesawat komersial sangat penting bagi Indonesia karena merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Mengingat kondisi geografis Indonesia sangat memerlukan pesawat untuk konektivitas antar pulau,” ujar Dimyati.

Ia mengajak para peneliti untuk dapat melaksanakan riset berbasis output yang dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. "Saya berharap agar terciptanya semangat bersama antara pemerintah dan industri dalam mendorong percepatan implementasi terwujudnya pesawat N219," tuturnya.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa Aero Summit 2018 adalah upaya Indonesia dalam mewujudkan kemandirian di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Khususnya industri pesawat terbang di Indonesia.

Thomas mengungkapkan cita-cita tersebut harus diiringi strategi yang jelas. Seperti melakukan rekayasa dan rancang bangun secara mandiri.

"Seperti proyek nasional N219, R80, N245 dan memperkuat mitra strategis baik di dalam maupun di luar negeri, serta penguatan SDM dengan mengundang mitra dari negara yang menguasai teknologi tinggi untuk berinvestasi dan memindahkan kompetensi teknologinya di Indonesia,"pungkasnya.

Saat ini LAPAN telah membangun sinergisme dengan berbagai mitra seperti Indonesia Aeronautical Engineering Center (IAEC), Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM), Indonesia Aircraft Maintenance Service Association (IAMSA), PT DI, PT RAI dan GMF AeroAsia.









Sumber : https://m.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/MkMnzaEK-industri-dirgantara-vital-di-negara-kepulauan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL