Kompetensi Utama

Layanan


BNPB Ungkap Penyebab Tsunami di Palu dan Donggala
Penulis : Redaksi • Media : id.beritasatu.com • 01 Oct 2018 • Dibaca : 4302 x ,

JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan, dua penyebab terjadinya tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Pertama, tsunami tersebut disebabkan oleh longsoran sendimen di Teluk Palu. Berdasarkan video, tsunami menerjang cukup tinggi, ini disebabkan ada longsoran sendimen dasar laut yang kedalamannya 200-300 meter,” kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).

Sedimen lumpur itu, kata Sutopo, berasal dari sungai-sungai yang bermuara di Teluk Palu. Namun, sedimen lumpur ini belum terkonsolidasi dengan baik sehingga ketika ada guncangan, maka terjadilah longsor yang memicu tsunami.

“Ketika diguncang gempa 7,4 SR akhirnya runtuh longsor dan membangkitkan tsunami. Bukti tsunami akibat longsor sedimen lumpur ini adalah perbedaan warna air yang menimpa pantai. Pada gelombang pertama, air masih jernih. Selanjutnya air berwarna keruh,” terang dia.

Penyebab kedua, lanjut Sutopo, gempa-gempa lokal di luar Teluk Palu. Gempa tersebut memicu terjadinya tsunami namun tidak sebesar tsunami yang diakibatkan oleh longsoran lumpur bawah laut. BNPB, kata Sutopo, akan menghadirkan tim ahli untuk melakukan analisisi secara rinci sebagai upaya untuk melakukan pencegahan ke depan.

“Kita sudah turunkan ahli, bahwa tsunami bukan hanya dibangkitkan gempa, tapi ada longsor bawah laut yang juga pernah terjadi di Flores,” pungkasnya.

Gunakan Citra Satelit

BNPB dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan menggunakan citra satelit resolusi tinggi untuk menyisir titik-titik terparah terdampak gempa 7,4 Skala Richter (SR) dan tsunami di Donggala dan Kota Palu.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, sesuai permintaan BNPB, pihaknya akan terus memperbarui informasi titik-titik terdampak bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) sesuai perolehan citra satelit.

Masyarakat, menurut dia, juga dapat mengikuti informasi citra satelit untuk daerah terdampak gempa dan tsunami di situs http://pusfatja.lapan.go.id/index. php/tanggapbencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Tim SAR kesulitan menembus titik-titik bencana untuk menjangkau korban karena rusaknya akses jalan akibat gempa dan tsunami. Ketiadaan listrik dan layanan telekomunikasi juga mempersulit upaya penyelamatan dan pemetaan dampak bencana.

“Karenanya, BNPB berkoordinasi dengan LAPAN untuk segera menyediakan citra satelit resolusi tinggi sebagai bahan analisis untuk wilayah Donggala dan Kota Palu agar Tim SAR dapat lebih cepat dan tepat melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan,” ujar Sutopo. (b1)











Sumber : http://id.beritasatu.com/national/bnpb-ungkap-penyebab-tsunami-di-palu-dan-donggala/181005








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL