Kompetensi Utama

Layanan


Hasil Citra Satelit LAPAN, Diperkirakan 1.747 Rumah Hancur
Penulis : Gerdiansyah • Media : akurat.co • 02 Oct 2018 • Dibaca : 3465 x ,

AKURAT.CO, BNPB terus memonitor dampak tsunami bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Dengan menggunakan citra satelit Lapan, dampak tsunami terlihat jelas merusak pemukiman dan bangunan sekitar pantai.

Hasil pencitraan satelit menghasilkan delapan foto sebelum kejadian dan setelah. Foto tersebut mengambil sample di Perumahan Balaroa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan terjadi penurunan dan pengangkatan tanah.

"Dampaknya diperkirakan sementara ada 1.747 rumah hancur," jelas Sutopo, Selasa (2/10)

Menurut catatan, Perum Balaroa merupakan salah satu lokasi yang terdampak parah akibat gempa. Saat gempa terjadi, tanah di perumahan itu ambles sedalam 5 meter dan jalan yang naik hingga setinggi rumah.

Sutopo melanjutkan, Kepala BNPB Willem Rampangilei telah mengambil video kondisi kompleks Perumahan Balaroa. Namun untuk jumlah korban yang tertimbun material bangunan masih belum terdata.

"Kita belum tahu seberapa banyak korban yang tertimbun di Balaroa, demikian juga di yang ada di Petobo, karena memang evakuasinya memang sulit dilakukan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan hasil kajian dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Hasilnya, terjangan tsunami lebih jauh jika melewati jalur sungai ketimbang yang berada di darat.

"Kalau kita melihat jaraknya dari pantai menuju daratan, ternyata paling jauh yang melewati sungai, jadi ketika terjangan tsunami melewati sungai dia bisa mencapai 2,51 km. Tetapi di daratan di pantai tergantung dari topografi, permukaan tanah yang ada di pantai. Sehingga panjang landaannya ada 0,6 km ada sampai 2 km," imbuh Sutopo.









Sumber : https://akurat.co/news/id-338248-read-hasil-citra-satelit-lapan-diperkirakan-1747-rumah-hancur








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL