Kompetensi Utama

Layanan


Perubahan Iklim
15 Oct 2018 • Dibaca : 550 x ,

Merasa gak yah kalo akhir-akhir ini cuaca di beberapa kota di Indonesia terkesan agak panas. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, kita tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, longsor, kekeringan, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.

Salah satu penyumbang cuaca panas yang kita rasakan adalah efek rumah kaca, sebenarnya apa sih efek rumah kaca itu. Kita coba untuk menjabarkan apa itu penyebab dan proses terjadinya efek rumah kaca. Apabila diartikan sesuai dengan proses dan akibat yang ditimbulkan dari efek rumah kaca, secara singkat prosesnya seperti sebuah fenomena alam yang terjadi karena adanya pantulan sinar matahari yang melewati atmosfer bumi. Faktor utama yang memicu terjadinya efek rumah kaca adalah meningkatnya konsentrasi karbondioksida (CO2) dan gas-gas lain di atmosfer. Peningkatan karbondioksida (CO2) di bumi disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak dan bahan sejenisnya.

Energi yang diserap ke bumi kemudian dipantulkan lagi dalam bentuk radiasi inframerah. Akan tetapi sebagian besar zat inframerah yang dipantulkan oleh permukaan bumi tertahan oleh awan seperti terperangkap di selubung bumi karena ada aerosol atau zat-zat yang terdispersi dalam lapisan awan tertentu. Dan juga tertahan oleh zat-zat yang mengandung karbondioksida (CO2) dan kembali lagi ke permukaan bumi.

Berbagai zat yang ada di permukaan bumi juga menjadi salah satu faktor. Parahnya fenomena ini dapat merusak selimut atmosfer. Pada dasarnya efek rumah kaca ini adalah fenomena yang sangat wajar terjadi. Nah, yang menjadi permasalahan fenomena ini terlalu cepat berkembang dan menjadi penyebab terjadinya kerusakan di bumi dan dapat mengancam eksistensi manusia dimuka bumi karena ekosistem yang rusak akibat dari perubahan iklim yang drastis dan keseimbangan ekosistem itu terganggu dan sudah tentu akan mengakibatkan pemanasan global

Terjadinya efek rumah kaca didasari oleh sinar matahari yang dipantulkan oleh berbagai macam benda di permukaan bumi. Juga sinar matahari yang dipantulkan dapat merusak lapisan ozon, yang memiliki fungsi utama untuk menghambat cahaya matahari yang berada di atmosfer.

Apabila lapisan ozon yang berada di atmosfer bumi semakin berkurang, maka akan menyebabkan kenaikan suhu di permukaan bumi. Kondisi ini menjadi lebih buruk karena banyaknya karbondioksida (CO2) yang ada di bumi. Karena dapat menahan pantulan sinar matahari, sehingga suhu di bumi semakin meningkat.

Untuk menghindari kerusakan lapisan ozon pada lapisan atmofser bumi. Maka kita harus mengurangi berbagai alat atau bahan yang dapat menghasilkan karbondioksida (CO2). Dan juga berbagai hal yang dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon lainnya.

Sebenarnya efek rumah kaca sangat diperlukan oleh bumi ini, dengan syarat keadaanya normal dan stabil. Karena dengan adanya efek rumah kaca suhu di permukaan bumi menjadi lebih stabi, dan dengan adanya fenomena ini menjadikan suhu siang dan malam di bumi tidak jauh berbeda.

Tetapi efek rumah kaca yang terjadi sekarang ini tidak lagi tergolong sabagai hal yang normal. Lama-kelamaan suhu di permukaan bumi kita ini menjadi sangat panas. Dikarenakan panas matahari yang tertampung di bawah atmosfer bumi, yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa.

Suhu bumi yang meningkat inilah yang menjadi salah satu faktor yang dapat membahayakan kehidupan manusia. Hal itu dipicu karena banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, gas emisi dari pabrik dan hutan yang sudah mulai punah. Ancaman itu akan datang setiap hari, selama kita memperbaiki kehidupan di muka bumi ini.


Gas Rumah Kaca:
• Karbon Dioksida (CO2), bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi, rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.
• Metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak),
• Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).
Gas-gas inilah yang selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara, karena sifatnya yang seperti kaca, yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat panas, tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas.

Mengurangi Dampak Perubahan Iklim:
1. Berhenti/Kurangi makan daging
PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan.
2. Membatasi emisi karbon dioksida
Hemat energi dan mencari energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.
3. Menanam lebih banyak pohon
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2.
4. Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse)
5. Gunakan alat transportasi alternative

Demikianlah agar kita dapat mewariskan bumi yang hijau dan bersahabat pada generasi berikutnya sudah barang tentu secara serius harus dipatuhi mengenai faktor-faktor pemicu yang mana akan mebuat Bumi akan semakin bersahabat dan sehat untuk ditinggali dan memperpanjang eksistensi manusia secara keseluruhan.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL