Kompetensi Utama

Layanan


Wapres JK minta Mentan Amran tak hanya fokus perbaiki data produksi beras
Penulis : Intan Umbari Prihatin • Media : merdeka.com • 23 Oct 2018 • Dibaca : 3074 x ,

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras hingga akhir tahun dihitung hanya mencapai 32,4 juta ton. Untuk itu, pemerintah sepakat memperbaiki metode penghitungan produksi beras dengan menggunakan data pengawasan satelit untuk memperkirakan luas lahan sawah secara lebih akurat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, meski metode penghitungan produksi beras diperbaiki, namun dia meminta agar Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk tetap fokus meningkatkan pasokan beras nasional. Yakni dengan meningkatkan teknologi bibit.

"Teknologi bibit saja dinaikkan. Dana ke pertanian itu naik tiga kali lipat daripada sebelumnya. Pada 2015 itu sudah Rp 30 triliun itu dibanding sebelumnya hanya Rp 10 triliun. Naik banyak sekarang agak turun memang sedikit," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (23/10).

Dia menjelaskan dalam rapat tersebut sudah ditetapkan bagaimana menetapkan sawah abadi. Karena itu, menurut JK teknologi bibit tersebut bisa memperbaiki produktivitas lahan.

"Jadi teknologi ini yang bisa memperbaiki," papar JK.

Sebelumnya, pada tahap pertama, penyempurnaan metode penghitungan produksi beras dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan Kementerian ATR, BIG, dan Lapan untuk menghitung luas bahan baku sawah nasional.

Tahap Kedua, BPS dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berperan melakukan penghitungan luas panen. Ketiga, BPS kemudian menghitung perkiraan produksi gabah kering per hektare. Terakhir, dilakukan penghitungan konversi gabah kering menjadi beras oleh BPS. [azz]







Sumber : https://www.merdeka.com/uang/wapres-jk-minta-mentan-amran-tak-hanya-fokus-perbaiki-data-produksi-beras.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL